SPEKTRUMONLINR.COM, AMBON – Puluhan Sopir Dump Truck di Kota Ambon melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Maluku, Senin (9/2/2026).
Aksi yang dikoordinir Kuba Boinauw itu menolak secara tegas kebijakan penutupan total usaha galian batuan (Galian C) di beberapa kawasan pada sejumlah titik di Kota Ambon lantaran mengancam mata pencaharian mereka.
Mereka menilai kebijakan penutupan galian C diambil tanpa kajian sosial-ekonomi yang terbuka, transparan, dan partisipatif, serta tidak melibatkan masyarakat yang terdampak secara langsung.
Massa akasi menyebut, pemerintah harusnya hadir untuk menata dan mengawasi usaha rakyat, bukan justru mematikannya.
“Tanpa pasir dan batu tidak akan ada pembangunan. Infrastruktur tidak mungkin berjalan jika bahan dasar bangunan dimatikan oleh kebijakan sepihak,”tegas Boinauw.
Selain penutupan galian C, mereka juga menyoroti ketidakadilan kebijakan BBM bagi sopir dump truck di Maluku. Kebijakan itu dinilai memberatkan dibandingkan daerah lain, mulai dari pembatasan waktu pembelian BBM hingga kewajiban membeli Dexlite terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan solar.
Tak hanya itu, mereka juga menolak perlakuan diskriminatif di jembatan timbang Passo. Para sopir menilai, truk pengangkut batuan ditindak secara ketat, sementara truk bermuatan kayu yang diduga melebihi kapasitas justru jarang ditertibkan.
“Kami meminta Pemprov Maluku dan instansi terkait, termasuk Dinas ESDM meninjau kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial bagi rakyat kecil,”pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan sopir dum truck. Mengingat seluruh anggota tengah melakukan agenda pengawasan ke daerah-daerah, maka pembahasan lanjutan akan diagendakan setelah seluruh anggota DPRD kembali.
“Setelah teman-teman anggota DPRD melakukan pengawasan di kabupaten/kota, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ini. Intinya, galian C tidak boleh ditutup,”ujar Rahakbauw. (RED).

