SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI Partai Golkar Provinsi Maluku, Derek Loupatty menepis isu Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia telah memberikan restu kepada Umar Lessy sebagai ketua DPD Golkar Maluki definitif.

Derek mengaku, hingga saat ini panitia maupun steering committee (SC) belum mengetahui informasi adanya penunjukkan langsung ketua DPD definitif sebelum dilaksanakan Musda.

“Sampai hari ini kami belum mendapat informasi bahwa sudah ada keputusan dari pak Ketum,”kata Derek dalam jumpa pers di Kantor DPD Golkar Maluku, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, Golkar dalam berdinamika itu meberikan ruang kepada seluruh kader yang memiliki potensi untuk mencalonkan diri, dengan syarat memiliki dukungan sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara di Musda.

Di Partai Golkar, siapa saja boleh membangun kedekatan dengan pimpinan partai, namun soal siapa yang akan menjadi ketua DPD, tentu kembali kepada mekanisme organisasi.

“Karena prinsipnya, siapapun yang akan terpilih nanti diharapkan mampu membangun partai Golkar kedepan,”ujarnya.

Kata dia, di pembukaan Musda nanti baru akan terlihat seperti apa arah finalnya. Sebab, Golkar sekarang tidak lagi menggunakan metode lama. Dimana masing-masing kompetitor atau kandidat membangun sekat sehingga membuat kader Golkar pecah setelah Musda.

Meski begitu, Sekretaris Nidang Organisasi DPP Partai Golkar itu mengakui bahwa ketum Bahlil memiliki hak preogratif untuk menentukan siapa sebagai Ketua DPD Golkar. Karena sekarang Golkar mendahulukan proses musyawarah dan mufakat.

“Terhadap siapa pun calon ketua yang ditentukan nanti, kita kembalikan kepada mandataris Golkar, yaitu Ketua Umum,”jelasnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan Pasal 21 Anggaran Dasar (AD) Partai Golkar, Ketua Umum Partai Golkar adalah mandataris.

“Jadi apa yang diputuskan oleh Ketua Umum, itulah keputusan Partai. Keputusan mandataris itu hanya yang tahu hanya ketua umum dan Tuhan yang maha kuasa,”pungkas Derek. (RED)