25.5 C
Ambon City
Selasa, 16 April 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Semester ll, BPJN Wilayah l Maluku Selesaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

AMBON, SPEKTRUM – Sejak tahun 2020-2023, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Maluku pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, telah berhasil membangun infrastruktur jalan dan jembatan pada wilayah kerjanya, yakni Pulau Buru, Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB), dengan total panjang ruas jalan sekitar 436.89 Kilometer dengan panjang penanganan jembatan 21.879 meter.

Hal itu, disampaikan Kepala Satker PJN I Wilayah Provinsi Maluku, M. Ulwan Talaohu, ST. MT, kepada wartawan di Ambon, belum lama ini.

Talaohu mengatakan, pelaksanaan pekerjaan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar pada 4 PPK, yakni PPK 1.1 Provinsi Maluku dengan panjang ruas jalan 66,88 Kilometer, PPK 1.2 Provinsi Maluku 129,6 Kilometer, PPK 1.3 Provinsi Maluku 131.98 Kilometer dan PPK 1.4 Provinsi Maluku sebanyak 106,92 Kilometer.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim di lapangan, konsultan penyedia maupun penyedia jasa, yang mana dikerjakan sesuai arahan dan aturan yang ada pada Ditjen Bina Marga maupun Kementerian PUPR.

Adapun capaian pembangunan infrastruktur yang telah dikerjakan pihaknya sejat tahun 2020 hingga sekarang, yakni di wilayah PPK 1.1 Provinsi Maluku, telah dilakukan penanganan bencana longsor dan banjir di 3 titik, yakni di Tantui, Batu Koneng dan spot Ambon City Of Music Negeri Hative Besar.

“Begitu juga pada tahun 2021-2022 di Negri Halong, Passo, Liang dan Kate-kate, diharapkan setelah dibangun infrastruktur tersebut, maka potensi longsoran dan banjir dapat diminimalisir,” ujar Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Provinsi Maluku.

Dirinya berharap, masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya, serta dapat menghentikan perilaku eksploitasi lahan baru pada daerah resapan air tanah, dikarenakan dua hal tersebut dapat mengakibatkan terjadiya bencana longsor dan banjir.

Kendala yang dihadapi saat ini kata Ketua Harian IKA UNHAS Wilayah Maluku, adalah soal pembebasan lahan, serta utilitas yang menyebabkan terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
“Soal pembebasan lahan masih menjadi kendala bagi kami,” katanya.

Sedangkan untuk pekerjaan pengaspalan maupun penambalan lubang pada ruas Jalan Nasional dalam Kota Ambon sendiri, Talaohu mengatakan, telah rampung pada tahun 2022, sehingga potensi membahayakan pengguna jalan akibat jalan berlubang sudah tidak ada lagi.

“Ruas jalan Mardika dan Batu Merah juga telah kami lakukan penanganan, namun belum maksimal dikarenakan berhadapan dengan pedagang pasar yang enggan dipindahkan lokasi berjualan mereka. Penanganan pekerjaan pun dilaksanakan pada pukul 03.15 wit, saking alotnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Talaohu berharap media dapat memberikan fungsinya sebagai fasilitator, penyampai informasi, maupun penyeimbang berita ke masyarakat, agar membantu mengedukasi masyarakat, terkait apa yang sedang dikerjakan, yang mana tujuannya adalah pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. (MG-15)

Berita Terkait

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles