Kedua, menyadari akan peran dan fungsi masjid, maka pembangunan Masjid Nurul Yasin  tidak sekedar ditujukan sebagai tempat ritualitas ibadah semata, kata Gubernur, lebih dari itu, masjid harus dibangun dengan beragam aktifitas pembinaan kepada umat, terutama masalah pembinaan akidah, akhlak, dan pembinaan sosial kemasyarakatan, bahkan perekonomian umat.

Ketiga, pembangunan masjid ini, nantinya memerlukan biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, Gubernur berharap panitia bekerja keras dalam mengoptimalkan sumber-sumber pembiayaan yang sah dan tidak mengikat dari pihak-pihak manapun.

Baca juga: Rapat Bersama Gubernur, Presiden Arahkan Pembangunan Ambon New Port

“ Mari saling bergotong-royong, dalam menyelesaikan pembangunan masjid ini, sehingga akan dijadikan sebagai pusat pembangunan peradaban umat, dan masyarakat di daerah dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Provinsi Maluku,” ujarnya.

Ia berharap semua hal di atas dapat memenuhi misi Maluku yang terkelola secara jujur, bersih, dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan.