“Pedangang justru memilih berjualan di badan jalan dan dalam kawasan terminal yang mestinya menjadi tempat ngetem angkot. Dengan alasan itu, Angkot tidak lagi ngetem, namun langsung keluar menuju jalan Tulukabessy sehingga jalur tersebut menjadi macet,” ujarnya.
Dengan alasan tersebut, lanjutnya, Pemkot membentuk Tim Penertiban untuk memastikan kawasan pasar dan terminal dikembalikan sesuai peruntukan. Namun dalam pelaksanaannya, Wattimena, ingatkan bahwa harus dilakukan dengan rasa kemanusiaan.
“Penertiban dilakukan bukan tanpa aturan, namun sebagai pengayom masyarakat harus dilakukan dengan rasa kemanusiaan, karena semuanya adalah warga kota Ambon,” ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan, pasar Mardika bagaikan benang kusut yang sulit terurai karena banyak kepentingan di dalamnya. Olehnya itu Wattimena mewanti – wanti jangan sampai ada oknum aparatur yang ikut “bermain” di Mardika.
