SPEKTRUMONLINE.COM, BULA – Olahraga tidak bisa dipandang hanya sebatas kemajuan atau prestasi atlet. Namun lebih dari itu olahraga adalah tentang harga diri dan marwah dari suatu daerah.

Jadi kalau Maluku berada di rangking 31 dengan dua emas kemudian dihubungkan dengan kelahiran Maluku sebagai bagian dari delapan provinsi dimana berdirinya republik Indonesia, maka itu keterpurukan yang luar biasa.

Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, M.A.S (Sam) Latuconsina saat melantik Pengurus KONI Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) periode 2024-2028 di gedung serbaguna Hotel Mutiara Kota Bula, Senin (29/12/2025).

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Fachri Husni Alkatiri, Sekretaris Daerah (Sekda) SBT Achmad Q. Amahoru, Komisaris Maluku Energi Abadi (MEA) Azis Hentihu, Wakil Ketua Umum KONI Maluku Rooy Mongie, Wakil Sekretaris Umum KONI Maluku Demianus Sinay, Kapolres dan sejumlah undangan lainnya.

Menurut Sam, jika olahraga saja Maluku sudah tidak mampu, lantas bagaimana bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. “Itu ukuran sederhana dalam menentukan suatu kemajuan. Sehingga olahraga menjadi hal penting dalam mendukung kemajuan prestasi di daerah,”kata Sam.

Dia meminta pengurus KONI SBT segera merumuskan rencana kerja yang terukur sesuai tema “Gerak Cepat Menuju Prestasi Gemilang”, kemudian melakukan evaluasi terhadap cabang olahraga (cabor) yang bisa menghasilkan atlet-atlet.

“Dengan begitu, KONI SBT bisa menentukan langkah-langkah kerja kedepan, dan menentukan menentukan prestasi olahraga,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI SBT Adam Rumbalifar mengakui, dibandingkan daerah-daerah lain di Maluku, Kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu mengalami ketertinggalan dalam konteks pembinaan olahraga. Itu disebabkan KONI SBT mengalami kefakuman selmaa kurang lebih 6 tahun.

Adam bertekad mengembangkan prestasi olahraga di daerah penghasil minyak mentah itu. Baik kepengurusan KONI maupun kepengurisan cabor di SBT tidak bisa melakukan pebinaan seperti biasa-biasa saja.

“Kita Harus keluar dari kebiasaan untuk berkreasi dalam mengembangkan prestasi di daerah tersebut,”katanya.

Adam menyebut, event terbesar yang ada dihadapan kita adalah Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) pada September 2026. Dalam event tersebut, KONI SBT menargetkan prestasi di Popmal 2026 nanti, meski belum berada pada level yang sesungguhnya.

Di Popmal sebelumnya, SBT finis di urutan tiga terbawah raihan medali dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Untuk itu, pihaknya menargetkan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya.

“Meski finis di urutan tiga terakhir, tapi kita punya dua atlet yang mampu tampil di event nasional, salah satunya dari cabor kiempo. Semoga ini menjadi spirit bagi cabor lainnya untuk bangkit dan meraih prestasi baik untuk SBT maupun Provinsi Maluku,”tandasnya.

“Kami butuh dukungan dan suport dari pemerintah daerah SBT dalam rangka pembinaan serta peningkatan prestasi olahraga di SBT,” tambah Adam. (RED)