SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Kepala Pelindo Wilayah Provinsi Maluku, Zahlan mengakui tingkat kenyamanan calon penumpang kapal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menurun.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh pekerjaan renovasi secara besar-besaran, serta pembangunan terminal penumpang yang hingga kino masih terus dilakukan.

Kata dia, renovasi terminal berdampak langsung terhadap sejumlah fasilitas utama di kawasan pelabuhan, seperti area parkir, ruang tunggu, dan toilet. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang turut menyebabkan kepadatan di terminal.

“Memang kita akui saat ini ada pengurangan area parkir dan ruangan karena adanya renovasi dan pembangunan terminal penumpang. Dampaknya tentu ada sedikit gangguan kenyamanan bagi calon penumpang,”kata Zahlan.

Sebagai pengelola, pihaknya telah mengantisipasinya dengan menyiapkan tenda di area luar terminal untuk digunakan oleh penumpang yang belum dapat masuk ke ruang tunggu. Namun jumlah tenda tersebut yang disediakan masih terbatas, sehingga perlu penambahan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan toilet portable untuk menggantikan sejumlah toilet permanen yang tidak dapat digunakan akibat proses renovasi.

“Saat ini, toilet portable tersebut masih dalam tahap pemasangan. Sementara itu, penumpang diarahkan untuk menggunakan toilet di musala serta toilet di kantor workshop pelabuhan,”katanya.

Terkait operasional terminal, kata Zahlan, ruang tunggu baru dibuka sekitar dua jam sebelum kapal sandar sesuai dengan prosedur pemeriksaan tiket. Kondisi itu menyebabkan sebagian penumpang, khususnya penumpang transit yang menunggu selama enam hingga delapan jam, harus beristirahat di area pelataran terminal.

“Memang tidak bisa diharapkan sama nyamannya seperti di rumah, apalagi saat ini kondisi terminal sedang dalam proses renovasi dan pembenahan,”ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk membatasi jumlah pengantar dan penjemput yang masuk ke area pelabuhan guna mengurangi kepadatan. Selain itu, pedagang kaki lima juga diminta tetap berjualan di lokasi yang telah ditentukan dan tidak menggunakan jalur akses penumpang.

“Kami harap area akses pergerakan penumpang tidak digunakan untuk berjualan agar mobilitas tetap lancar, terlebih saat ini sudah memasuki puncak arus penumpang,” tegas Zahlan.

Terkait proyek renovasi, pembangunan terminal penumpang merupakan proyek multiyears. Paket pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun depan dan akan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan, termasuk pembangunan darat dan fasilitas pendukung lainnya.

“Target kami adalah memanusiakan semua pengguna jasa pelabuhan dan memberikan pelayanan yang layak tanpa diskriminasi. Harapannya, ke depan kualitas pelayanan pelabuhan bisa setara dengan bandara,” tutup Zahlan. (RED)