Free Porn
xbporn
27.7 C
Ambon City
Rabu, 24 Juli 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kejahatan Perbankan Marak Terjadi di Bank Mamalut

AMBON, SPEKTRUM – Kejahatan perbankan ternyata bukan saja terjadi di Bank Nasional namun juga di nank daerah misalnya Bank Maluku – Maluku Utara (Mamalut).

Kejahatan perbankan yang dipraktekan sangat beragam, mulai dari tidak mencatatkan setoran hingga memperpanjang kredit tanpa sepengetahuan nasabah tersebut.

Sumber Spektrum di Kantor Pusat Bank Mamalut menceritakan soal praktek kejahatan perbankan yang sering terjadi di Bank Mamalut. Misalnya, memperpanjang kredit nasabah tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

Sumber tersebut menjelaskan, kasus perpanjang kredit tanpa sepengetahuan nasabah sering terjadi di bank milik Pemda Maluku ini.
Misalnya yang dialami pensiunan Bank Mamalut, Zeus Usmany.

Uang pensiun Zeus Usmany dipotong sejak tahun 2012 -2017 atas kredit yang tidak pernah dinikmatinya.

Permasalahan diawali ketika Januari 2005 pegawai PT. Bank Maluku diberikan pinjaman kesejahtreraan yakni kredit Uang Muka Gaji (UMG) dengan plafon kredit sebesar 25 x Gaji Bruto.

“Dengan adanya pemberian kredit UMG, pak Zeus ikut ajukan permohonan Kredit UMG pada bulan Mei tahun 2005 sebesar Rp. 125.000.000.- sesuai ketentuan yang berlaku.

Dan pada tanggal 17 Mei 2005 UMG yang diajukan cair sebesar Rp. 125.000.000.- dan pemotongannya 7 tahun (84 bulan) sesuai sisa masa pensiunnya yaitu tahun 2012,” jelas sumber.

Kredit UMG yang diajukan kata sumber disetujui dan diputuskan oleh Direktur Kredit, Wem Patty.

Tahun 2006 Plafon kredit UMG dinaikkan menjadi 40 x Gaji Bruto. Setelah dicicil selama 1 tahun, pada Juli 2006, Zeus Usmany mengajukan permohonan pinjaman kredit lagi, karena mempunyai hak juga untuk menikmati
fasilitas 40 x Gaji Bruto.
“Awalnya permohonan Zeus Usmany ditolak dengan alasan sudah mendekati masa pensiun.
Namun dirinya mencoba membuat permohonan pinjaman kredit UMG untuk yang
kedua kali, dan akhirnya disetujui oleh Direktur Kredit Wem Patty dengan plafon pinjaman sebesar Rp. 175.000.000. Jangka waktu 6 tahun sesuai sisa masa pensiunnya,” jelas sumber.

Setelah permohonan kredit UMG usulan Zeus Usmany dibahas Divisi Kredit yang ditanda tangani Kepala Seksi Kredit, Fanny Rahakbauw pada tanggal 11 Juli 2006 dan
diteruskan kepada Kasub. Divisi Kredit, Yongki Sihasale untuk memberikan pendapat tentang kredit tersebut.

Setelah disetujui Yongki Sihasale, berkas- berkas kredit diteruskan ke bagian Pengkajian Keputusan Rancangan Perkreditan dan hasiinya disetujui oleh Direktur Kepatuhan, Hengky Pelapelapon dan Alet Manuputty da Costa sebagai Kadiv Manajemen Resiko dengan nomor Registrasi 298/2006.

Selanjutnya hasil kajian tersebut diteruskan ke Direktur Kredit, Wem Patty untuk memberikan keputusan terakhir.

“Akhirnya disetujui pada tanggal 4 Agustus 2006 dengan ketentuan pemotongan
pinjaman sesuai dengan sisa masa pensiunnya yakni 6 tahun atau 72 bulan tepat tahun 2012.
Sehingga pada hari Jumat tanggal 11 Agustus 2006, Zeus Usmany menandatangani perjanjian
Kredit UMG. Dan pada hari Senin tanggal 14 Agustus 2006 kredit UMG yang diajukannya cair
sebesar Rp. 175.000.000.- Kredit UMG tahun 2006 adalah kredit terakhirnya,” jelas sumber.

Namun persoalan muncul ketika kredit UMG 40 x gaji bruto berlaku sampai melewati masa pensiunnya tahun 2012, sebab potongan kredit tahun 2007 baru berakhir pada tahun 2017.

“Dan untuk kredit UMG 2007, Zeus Usmany tidak bisa diberikan lagi karena sudah menikmati 40 X Gaji Bruto di tahun 2006, kecuali ada kenaikan plafon 40/45 x gaji bruto baru uang bersangkutan punya hak pinjaman pegawai,” jelasnya.

Tetapi, pada tanggal 17 Mei 2007 ada permohonan perpanjangan Kredit UMG yang di
analisa Pithias Suila, dan dicairkan tanggal 23 Agustus 2007 tanpa kajan dan keputusan Direktur Kredit saat itu yakni, Wem Patty.

Namun kredit tahun 2007 melampaui masa pensiun Zeus Usmany sampai tahun 2017.
“Pak Zeus tidak pernah menerima uang kredit yang diajukan tahun 2007 namun setiap bulan pensiunnya dipotong hingga tahun 2017,” katanya.

Padahal, tidak ada ketentuan kredit konsumtif maupun kredit UMG diberikan melampaui masa
pensiun pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil maupun Pegawai Bank. Kejahatan inj diduga dilakukan sangat sistematis dengan banyak surat – surat keterangan dan surat –
surat pernyataan sehingga mengabaikan ketentuan dan aturan yang berlaku pada PT. Bank Maluku.

“Untuk itu, bisa disimpulkan kredit yang diusulkan 2007 atas nama Zeus Usmany adalah kredit fiktif atau kredit topengan yang diduga dinikmati Pithias Suila beserta beberapa teman yang turut menandatangani berkas berkas kredit UMG tahun 2007,” kata sumber ini. (*)

Berita Terkait

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles