SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – DPRD Kota Ambon tak menginginkan ada program kegiatan yang tertunda di tahun 2025 dan menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Tahun mendatang.
Keinginan DPRD itu mengisyaratkan kekhawatiran terhadap efisiensi anggaran dan pelaksanaan program pemerintah daerah secara tepat waktu. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal dalam tahun anggaran berjalan, sehingga tidak menimbulkan masalah pembiayaan tambahan di tahun berikutnya.
Ketua Komisi III DPRD Ambon, Hary Putra Far-Far kepada wartawan usai rapat internal komisi mengaku, pihaknya telah meminta Dinas Pekerjaan Uman dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penyelesaian seluruh proyek infrastruktur yang berjalan agar rampung sebelum akhir tahun 2025.
Kata dia, DPRD juga mendorong agar seluruh kegiatan infrastruktur dapat terealisasi 100 persen tahun ini. Hal itu penting agar kedepan jnagan lagi ada program-program yang tertunda di tahun ino dan menjadi beban pada APBD di Tahun 2026 mendatang.
“Jangan sampai ada program yang tertunda dan menjadi beban pada APBD berikutnya,”ujar Harry, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, percepatan penyelesaian seluruh program sangat penting, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Dia menyebut, sekitar 270 kegiatan yang tercantum dalam program kerja. Komisi III akan melakukan evaluasi di lapangan untuk memastikan langsung kegiatan prioritas yang berjalan di kecamatan-kecamatam.
“Kami sudah putuskan untuk meninjau tiga hingga empat kegiatan di tiap kecamatan sebagai sampel dalam agenda kunjungan lapangan Komisi,”katanya.
Kata dia, komisi akan melakukan evaluasi terhadap program kegiatan yang telah dan sedang berjalan, mengingat periode triwulan III sudah memasuki tahap akhir, sehingga semua kegiatan harus segera diselesaikan oleh Dinas PUPR, baik secara fisik maupun secara administratif.
“Ini bagian dari tanggung jawab DPRD dalam mengawasi efektivitas penggunaan anggaran pembangunan daerah,”ujarnya.
Dia menyebut, proyek infrastruktur yang menjadi fokus misalnya proyek pengerjaan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, dan fasilitas umum lainnya.
“Kami ingin semua kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa dirasakan manfaatnya. Infrastruktur yang baik berarti pelayanan publik juga meningkat,”tandasnya. (RED)

