Juga adanya pertemuan dua sungai yamg mimiliki kelokan tajam, sehingga saat hujan deras, air meluap.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rooy Syauta menanggapi kerusakan lingkungan akibat adanya pengusaha galian C di kawasan Sungai Wai Sakula bukan kewenangan mereka.
“Iya, banjir kemarin tu kan akibat hujan lebat, dan bukan lewemangan kami,” katanya cuek
Namun Roy berjanji akan turun tinjau lokasi agar mengetahui kondisi terkini.
“Kami akan turun mungkin Jumat atau Senin,” katanya.
Untuk diketahui, saat ini perusahaan yang beroperasi di kawasan Wai Sakula, PT Eiserendo, PT Bakung Permai, PT Karya Rauta sedangkan PT Brilian Raya tidak lagi beroperadi setelah terjadi persoalan dengan warga sekitar. (HS – 16)
