SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – DPRD Provinsi Maluku mendesak Bank Rakyat Indonesia (BRI) segera merilis hasil audit internal terkait dugaan fraud pada program Kredit Cepat (KECe) di Unit BRI Pasahari, Kecamatan Seram Utara (Serut).

Pasalnya, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait hasil pemeriksaan internal yang dilakukan tim audit dari pihak BRI kepada DPRD Maluku. Ratusan nasabah korban kredit fiktif terus menanti dengan penuh harapan.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo mengaku telah melakukan koordinasi terkait kasus tersebut. Namun hingga kini, belum ada perkembangan tentang hasil audit dari BRI.

“Sebagai bank milik negara, BRI wajib berlaku transparan kepada nasabah, terutama korban kredit fiktif. Banyak nasabah yang tidak mengajukan krefit cepat, tapi saldonya terkuras, dan mereka menunggu kepastian audit,”kata Alhidayat kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar para korban mendapatkan perlindungan hukum serta kepastian atas hak-hak mereka sebagai nasabah. Memang, pemeriksaan awal terkait dugaan fraud telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi untuk diproses secara hukum.

Politisi PDIP itu berharap, pihak BRI segera memberikan klarifikasi resmi dan menyampaikan hasil audit secara terbuka untuk meredam keresahan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan.

“Kami telah menanyakan jadwal pelaporan hasil audit dari tim BRI Makassar. Meski pemeriksaan awal sudah masuk ke kejaksaan, namun korban prokram KECe redit di Unit Pasahari berhak mengetahui detail hasil audit internal yang lebih komprehensif,”ujarnya. (RED)