“Direncanakan, peserta vaksinasi dari kalangan guru berjumlah kurang lebih dua ribuan. Sementara yang telah tervaksin, kurang lebih 400 orang,” ungkap Wendy.
Sementara itu, menyangkut kondisi seseorang agar bisa divaksin, Hasni Arusad, salah satu dokter di tempat yang sama mengatakan, kondisinya harus stabil dan sehat. Dia mencontohkan, jika ada peserta vaksin yang memiliki penyakit Jantung maka petugas kesehatan akan menanyakan riwayatnya. Andai saat mengikuti vaksinasi kondisi badannya stabil maka bisa disuntik vaksin.
Baca juga: Presiden Tinjau Vaksinasi Massal dan Resmikan RSUP dr. J. Leimena
“Penah saya punya peserta vaksin yang memiliki penyakit jantung dan telah di pasang ring. Untuk bisa vaksin kita memberikan obat untuk diminum, gunanya mencegah terjadinya gangguan pembekuan darah. Kita vaksin dan aman sampai kemarin. Vaksin kedua juga aman,” tuturnya.
Contoh lainnya, sebut Hasni, dirinya pernah menangani peserta yang memiliki riwayat Asma. Terpenting saat divaksin Asmanya tidak kambuh dan kondisinya stabil tetap bisa divaksin.
“ Jadi yang terpenting adalah sehat dan stabil, itu bisa divaksin,” kata dokter Hasni lagi.

Selain memiliki riwayat penyakit Jantung dan Asma, dalam kondisi seseorang mengalami batuk, pilek dan panas, tenaga medis akan melihat riwayat panas dan pileknya. Apakah dalam dua minggu terakhir, peserta pernah berhubungan kontak dengan pasien Covid-19 atau pasien yang gejala riwayat penyakitnya mengarah ke Covid-19?
