SPEKTRUMONLINE.COM, BULA – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri mengakui daerah penghasil minyak utama di Maluku itu memiliki potensi atlet yang luar biasa.
Hal itu disampaikan dalam sambutan saat menghadiri acara pelantikan dan rapat kerja pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten SBT periode 2024-2028 yang berlangsung di ruang serbaguna Hotel Mutiara, Bula, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, tema “Gerak Cepat Menuju Prestasi Gemilang” yang diusung dalam pelantikan tersebut bukan hanya sekedar deretan kata tanpa makna, tapi lebih dari itu merupakan panggilan bagi semua pihak untuk mengubah paradigma kerja.
Untuk itu, amanah yang diemban pengurus KONI SBT yang dilantik hari ini adalah sebuah tanggungjawab besae untuk mengangkat harkat dan martabat Kabupaten SBT melalui pengembangan olahraga.
“Kita ingin nama Bumi Ita Wotu Nusa bergema dengan prestasi, baik di tingkat regional, nasional, bahkan di internasional,”ujar Alkatiri.
Mengurai tema pelantikan tersebut, kata Alkatiri, gerak cepat berarti pengurus KONI SBT tidak boleh terjebak dalam ritme kerja yang biasa-biasa saja atau sekedar rutinitas.
“Harus segera melakukan konsolidasi organisasi, serta membenahi manajemen cabang olahraga dan melakukan pembinaan secara realistis,” terangnya.
Prestasi gemilang, adalah hasil luar biasa yang harus dicapai melalui usaha keras, kerja cerdas, dan disertai dengan dedikasi tinggi. “SBT memiliki potensi atlet yang luar biasa. Kita tidak ingin menjadi pelengkap dalam setiap event olahraga. Kita harus datang sebagai kompetitor yang disegani dan pulang sebagai juara,” tegasnya.
Untuk mewujudkan itu, lanjut Alkatiri, regenerasi dan pembinaan berbasis potensi lokal harus dilakukan. KONI harus jemput bola, mencari bakatbhingga ke desa-desa dan sekolah di seluruh pelosok kecamatan, dan jadikan SBT sebagai lumbung atlet di Provinsi Maluku.
Selain itu, KONI SBT juga harus membangun sinergitas dan kolaborasi, karena KONI tidak dapat berjalan sendiri. Harus ciptakan komunikasi yang solid dengan pemerintah daerah, pihak swasta dan stakeholder lainnya.
“Dukungan anggaran penting, namun kreativitas dalam menggalang dukungan juga jauh lebih penting. Selain itu juga transparansi dan akuntabilitas. Kelola organisasi dan anggaran harus dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik,” tandas Alkatiri. (RED)
