SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan setiap pejabat yang mendapat amanah baru untuk menjawab kepercayaan tersebut dengan kinerja nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.

Pesan itu disampaikan saat melantik dua pejabat strategis di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku pada Rabu (17/6/2026) kemarin.

Dua posisi yang diisi yakni Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku yang kini dijabat Jasmono, serta Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Permukiman pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku yang dipercayakan kepada Nur Mardas.

Pelantikan Jasmono dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 687 Tahun 2026 tertanggal 3 Juni 2026, sedangkan Nur Mardas dilantik berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 766 Tahun 2026 tertanggal 15 Juni 2026.

Dalam arahannya, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi pemerintahan agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kedua pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan tugas barunya, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan kinerja yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Maluku.

“Kepercayaan yang diberikan hendaknya dijawab dengan prestasi, pengabdian, dan kerja nyata demi kemajuan daerah serta kesejahteraan rakyat Maluku,” tegas Hendrik.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan loyalitas dalam menjalankan amanah, terutama pada sektor strategis yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah serta pembangunan infrastruktur.

Dengan terisinya dua jabatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap pengelolaan pemerintahan semakin optimal sehingga mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), saksi, dan rohaniawan. (RED)