SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, Senin kemarin menemui Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Kedatangan Wamen ESDM ke Mqluku itu untuk membicarakan pengembangan lapangan abadi Blok Migas Masela sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) prioritas pemerintah Indonesia di Provinsi Maluku.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Gubernur itu membahas agenda utama yakni peletakan batu pertama atau groundbreaking Blok Masela yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang.
“Tadi pagi (kemarin-red) saya berkesempatan bertemu dengan Wakil Menteri ESDM. Beliau datang membawa kabar gembira kepada kita di Maluku, pastikan groundbreaking akan dilakukan awal Mei nanti,” ungkap Hendrik.
Untuk memastikan prosesnya berjalan lancar, Hendrik meminta Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk menyelesaikan persoalan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan blok abadi Masela.
Tim terpadu juga telah melakukan identifikasi di lapangan guna meminimalisir hambatan terkait persoalan lahan yang dapat berdampak ada realisasi proyek yang menelan anggaran 350 triliun tersebut.
Hendrik juga mengaku telah menyampaikan kepada Wamen ESDM terkait jumlah anggaran pengganti kepada masyarakat sesuai dengan tingkat kepuasan. Karena tanah yang diklaim negara sebagai kawasan hutan itu telah dikuasai oleh masyarakat secara turun-temurun, jauh sebelum negara ini ada.
“Apapun statusnya, tentu akan menimbulkan benturan karena masyarakat merasa telah menguasai tanah sebelum negara ini ada. Jadi kalau mau dipakai pemerintah untuk PSN, maka harus dengan kompensasi yang wajar,” jelasnya.
Hal tersebut juga telah disampaikan ke Presiden INPEX sebagai kontraktor yang akan mengelola Blok Masela agar jangan sampai kompensasi kepada masyarakat itu menjadi hambatan dalam pengembangan proyek tersebut.
“Investasi proyek ini mencapai 350 triliun yang cukup besar, jangan karena kompensasi kepada masyarakat menjadi penghambat. Karena itu saya minta kompensasi harus wajar, sehingga masyarakat disana juga puas dan senang” tegasnya.
Hendrik memastikan kepada Kementerian ESDM bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku juga berada dalam satu visi yang sama. Bahwa kepentingan negara maupun kepentingan investor harus diakomodasi sejalan dan seiring dengan kepentingan masyarakat setempat.
“Kita doakan saja supaya proses ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Karena ini demi dan untuk Maluku,”tandas Hendrik. (RED)

Tinggalkan Balasan