SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy memastikan kesiapannya menyambut arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026.

Menurutnya, ASDP Cabang Ambon di lebaran 2026 ini mengelola dua segmen, yakni penyeberangan kapal dan segmen pelabuhan. Untuk pelabuhan, sebanyak empat pelabuhan yang dikelola, yakni pelabuhan Galala – Namlea, Hunimua – Waipirit.

“Ada 11 armada kapal ferry untuk mengjadapi arus mudik lebaran tahun 2026,” ujar Syamsudin kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Kata dia, tiga kapal diantaranya beroperasi di Maluju Tenggara (Malra), yaitu KMP Tanjuhg Madlahar dengan lintasan Tual – Tayando – Kur, dan Tual – Holat – Banda Eli, serta Tual – Elat. Kemudian KMP Lobster dengan lintasan Tual – Kur – Kesui, Tual – Dobo, Dobo – Lamira, Dobo – Benjina, Dobo – Serwatu. Sementara KMP Temi melayani lintasan Tual – Kaimana, Fak fak – Lobo, dan Tual – Larat.

Delapan kapal ferry lainnya itu di wilayah pulau Ambon, Seram dan Pulau Buru. KMP Danau Rana itu melayani rute Pulau Buru – Namlea – Masarete. KMP Layu melayani rute Wailei ke Umeputi. KMP Samandar melayani Waai – Umeputi – Nalahia – Kota Masohi. Satu kapal ferry juga disiapkan untuk melayanibrute Galala – Namlea.

“Empat kapal juga disiagakan di jelur Hunimua – Waipirit, karena menjadi pantauan skala nasional. Dan ditambah dengan dua kapal lainnya dari PD Panca Karya,” ujarnya.

Empat kapal milik ASDP adalah KMP Roka Tenda, Trubuk, Inalika, dan Erana. Sedangkan dua kapal milik PD Panca Karya yaitu KMP Sardinela dan KMP Badaleon.

Syamsudin menjelaskan, pihaknya masih menggunakan skema operasional seperti jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, karena berjalan lancar dan aman, terutama pada lintasan Hunimua – Waipirit. Secara reguler, trip pada lintasan tersebut itu sebanyak 13, namun bisa meningkat menjadi 17 trip.

“Waktu tunggu di pelabuhan yang biasanya satu jam setengah hingga dua jam, kami percepat selama satu jam. Sementara jika terjadi kepadatan penumpang, kami lakukan selama 45 menit,” katanya.

Pihaknya memproyeksikan puncak arus mudik lebaran 2026 itu terjadi di H-3 dan H-2 lebaran tepatnya di tangval 17 hingga 18 Maret, dan telah dilakukan upaya antisipasi, dengan melakukan ujicoba operasi KMP Trubuk selama 24 jam.

“Kami tetap melakukan itu sesuai port time, karena mengacu pada mudik Natal dan Tahun Baru kemarin yang berjalan aman dan lancar,” tandas Syamsudin. (RED)