Sebagai komunitas yang tidak berorientasi kepada bisnis atau mengejar keuntungan yang punya anggota sudah 12 ribu lebih di 480 kota sejak didirikan, target IMC  adalah membuat banyak milenial ahli di bidang pemetaan dan dengan keahlian tersebut, mereka dapat berbagi ilmu kepada orang lain.

Ia mengaku bahagia jika ada orang yang mau membuka diri, tidak pelit ilmu karena menurutnya ilmu hanyalah titipan Tuhan, bukan untuk dikompetisikan. Bahkan jika keahlian tersebut bisa mendatangkan pekerjaan dan menjadi  tumpuan masa depan, namun ia juga menitipkan pesan agar ditengah kesibukan menjalankan bisnis pribadi dengan keahlian pemetaan yang dimiliki, tidak lupa menyempatkan waktu untuk berbagi

 “ Jadi sikap positif ini kita kembangkan di seluruh Indonesia. Point-nya, di tengah-tengah kerja professional itu harus tetap punya kesempatan berbagi. Komersial boleh tapi sediakan juga waktu untuk berbagi,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu tentang pemetaan menggunakan Drone merupakan ilmu baru yang tidak diajarkan di kampus. Belum ada kurikulumnya. Jika belajarpun, biayanya cukup tinggi, sekitar 3-5 juta rupiah, belum lagi ongkos untuk ke tempat pelatihan. Olehnya, ia sangat berharap, ilmu baru yang sudah diberikan gratis, tidak disia-siakan maupun disimpan untuk diri sendiri.  (HS.17).