SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Misyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Maluku mulai digelar. Sampai dengan pembukaan Musda, hanya dua nama yang terdaftar sebagai calon yang terdaftar untuk merebut kursi Ketua Golkar Maluku.

Dua nama tersebut yakni Plt. Ketua Golkar Maluku, Umar Ali Lessy dan juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Provinsi Maluku, Rohalim Boy Sangadji (RBS).

Dari dua calon tersebut, Umar Ali Lessy yang dinilai paling layak dipilih sebagai Ketua DPD Golkar Maluku. Sementara Boy Sangadji dinilai tidak layak.

Salah satu kader senior Partai Golkar Maluku kepada SPEKTRUMONLINE.COM menyebut, dibandingkan Umar Ali Lessy, RBS tidak memiliki rekam jejak yang jelas dalam struktur kepengurusan Partai Golkar. RBS, kata dia, baru menjabat Ketua Depidar Soksi Maluku pada April 2025 kemarin.

“Bagaimana bisa seseorang yang tidak pernah menjadi pengurus Golkar justru dipromosikan menjadi ketua? Ini jelas mencederai kader-kader yang telah berjuang sejak lama,”kata salah satu kader senior yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, kalau Boy terpilih sebagai Ketua DPD Golkar, itu merupakan bentuk pelecehan terhadap marwah Partai Golkar di daerah. Selain itu, kritik juga muncul karena keterlibatan istri Boy Sangadji sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa Boy tidak menunjukkan loyalitas penuh kepada Golkar, khususnya pada Pemilu 2024 lalu.

“Faktanya, saat Pileg 2024, Boy justru bekerja untuk partai lain. Itu artinya tidak ada loyalitas terhadap Golkar. Bagaimana mungkin orang itu dapat dipercaya memimpin partai sebesar Golkar di Maluku?,”tambah sumber tersebut.

Kader menilai, sosok yang paling layak menakhodai DPD Golkar Maluku saat ini adalah Umar Ali Lessy, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur sekaligus Plt Ketua DPD Golkar Maluku.

“Umar Lessy telah membuktikan komitmen dan pengabdiannya untuk partai. Beliau memahami dinamika politik lokal dan punya pengalaman struktural yang mumpuni. Karena itu, kami menilai pilihan terbaik untuk Golkar Maluku adalah tetap bersama Umar Lessy,” tegasnya.

Kata dia, seluruh kader sangat menaruh harapan besar agar Partai Golkar kembali berjaya di Maluku, terutama menjelang Pemilu 2029 mendatang, untuk bagaimana meningkatkan kursi di DPRD Provinsi dan kabupaten/kota, serta kembali menyumbang kursi ke DPR RI dari Dapil Maluku.

“Untuk itu, kami berharap DPP Golkar dapat mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan final mengenai kepemimpinan di DPD Golkar Maluku, agar keputusan tersebut benar-benar mencerminkan semangat kaderisasi dan loyalitas terhadap partai berlambang pohon beringin ini,”tandasnya. (RED)