AMBON, SPEKTRUM – Akibat sumber daya manusia (SDM) di PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara akhirnya berdampak pada usaha masyarakat kecil atau UMKM.
Pemilik usaha kecil yang mengandalkan produksi mereka pada aliran listrik keluhkan seringnya terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan sehingga usaha mereka tidak bisa berjalan sesuai target yang diinginkan.
Menyikapi hal tersebut, Koordinator Persatuan Anak Muda Ambon, Rizal Sangadji meminta agar PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara secara transparan menjelaskan kepada masyarakat penyebab pemadaman lampu yang sering terjadi saat ini.
“PT PLN Wilayah Maluku – Maluku Utara harus menjelaskan kepada masyarakat penyebab pemadaman dan kapan pemadaman akan berakhir,” tegasnya.
Dikatakan, PT PLN harus sesegera mungkin melakukan upaya untuk pasokan listrik ini bisa kembali stabil.
“Apalagi, informasi pemadaman yang beredar di media sosial oleh layanan Humas PLN seringkali tidak sesuai dengan kenyataan.
Misalnya di daerah kami di Tulehu harusnya padam jam 12.00 wit sampai jam 15.00 wit tetapi, yang terjadi listrik padam jam 09.00 wit, saya kira ini harus sesegera mungkin ditindaklanjuti dan diperbaiki, karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” tandasnya.
Menurutnya, pasokan listrik menjadi ssngat penting saat ini, apalagi Kota Ambon akan jadi salah satu kota tujuan destinasi investasi.
“Investasi salah satu kata kuncinya adalah tersedianya pasokan listrik, jika masih terjadi pemadaman atau penanganan pasokan listrik yang tidak baik maka bisa mengganggu investor menanamkan investasinya di Maluku,” katanya.
Kemudian lanjutnya, masyarakat terutama para pelaku usaha UMKM harus menelan kerugian lantaran harys mengeluarkan biaya tambahan untuk menanggulangi kerusakan akibat pemadaman listrik.
“Salah satu usaha yang mengalami kerugian akibat pemadaman lampu yakni usaha yang mengandalkan internet dari wifi, misalnya, jasa internet dan lainnya,” kata Sangadji. (MG-17)

