SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Komisi III DPRD Provinsi Maluku memproyeksikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun 2026. Dalam upaya tersebut, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta untuk memaksimalkan kinerja guna menggenjot pendapatan ke daerah.
Ketua Komisi III, Alhidayat Wajo mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi kinerja sekaligus menetapkan target baru bersama sejumlah BUMD di Maluku.
Untuk Bank Maluku, tahun ini diproyeksikan menyetor dividen sekitar Rp51 miliar. “Pada tahun depan, Komisi III menetapkan targetnya kepada Bank Maluku untuk menaikan menjadi 20 persen dari realisasi tersebut,”kata Wajo usai rapat, Rabu (19/11/2025).
Untuk BUMD lainnya seperti PD. Panca Karya dan PT Maluku Energi Abadi (MEA), juga diminta memperbaiki kinerja. “PT MEA diminta fokus melunasi hutang lantaran beban kewajiban perusahaan masih cukup besar,”katanya.
Menurutnya, BUMD tidak boleh lagi bergantung pada hibah atau bantuan keuangan daerah, namun harus mandiri dan memberikan keuntungan bagi daerah.
“Untuk PT. Dok Wayame yang tahun ini ditargetkan menyetor Rp500 miliar, kini dipatok menjad Rp750 miliar untuk tahun depan,”ujarnya.
Disektor pemungutan, Komisi III juga mendorong menerapkan sistem elektronik pada retribusi, termasuk parkir dan layanan lainnya, guna menutup potensi kebocoran anggaran. Pola pemungutan jiga tidak boleh hanya terpusat di UPTD kabupaten/kota, namun harus menjangkau kecamatan hingga desa, agar pendapatan daerah meningkat.
Komisi III mencatat bahwa dalam satu bulan terakhir, kebijakan pembebasan pajak mampu menambah pendapatan sekitar Rp4 miliar.
“Dengan tren tersebut, DPRD berharap hingga Desember realisasi pendapatan bisa melampaui target, sementara proyeksi peningkatan signifikan diharapkan mulai terlihat tahun depan,”jelas Wajo. (RED)

