28.5 C
Ambon City
Selasa, 29 November 2022
spot_img

Langkah Marasabessy Gelar Rapat Rekonsiliasi Diapresiasi Pemuda Kariu

AMBON, SPEKTRUM – Kepala Pemuda Kariu Libreck Schaduw mengapresiasi kebijakan Pj. Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy yang giat lakukan konsolidasi untuk mengembalikan warga Negeri Kariu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah yang saat ini mengungsi di Negeri Aboru kembali ke negeri mereka.

“Kami, pemuda Negeri Kariu sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pj. Bupati Malteng, dan pastinya upaya tersebut kami dukung, dalam semangat kebersamaan orang basudara,” kata Libreck kepada Spektrum, semalam.

Namun, pastinya langkah tersebut tidak hanya sampai disitu, harus bisa dibuktikan dengan kembalinya warga Negeri Kariu ke negerinya.

“Kami berharap, warga bisa pulang ke negeri kami sebelum perayaan Natal. Kami berharap, Natal tahun 2022 tidak kami peringati di tempat pengungsian,” tegasnya.

Libreck memastikan jika seluruh unsur pemuda Kariu akan mengawal proses rekonsiliasi yang akan digelar oada 14 November nanti.

“Kami hanya berharap, rapat rekonsiliasi yang akan dilaksanakan tanggal 14 November 2022 menghasilkan langkah positif bagi Negeti Kariu juga buat Pelauw-Ori,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat rapat rekonsiliasi konflik sosial Pelauw-Kariuw, bersama MPH Sinode GPM, MPK se-kabupaten Malteng, dan pendeta anak negeri Kariuw di ruang kerja Kadis PUPR Provinsi Maluku, Senin (7/11/2022), Pj. Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy menegaskan, dirinya melihat masalah ini sebagai masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan.

“Penderitaan yang ditanggung masyarakat Kariuw dan Pelauw-Ori terlalu berat. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita semua,” katanya.

Konflik sosial Pelauw-Kariu, kata Marasabessy, sudah menjadi masalah nasional.
”Terakhir kita rapat di Kantor Staf Kepresidenan tanggal 24 Oktober 2022 dengan menghadirkan Kementrian/Lembaga Negara untuk mengevaluasi serta merumuskan rencana tindak lanjut,” kelasnya.

Dia menilai, rekonsiliasi sangat penting, sebab itu landasan untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai rencana aksi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

“Kita sementara mempersiapkan skenario untuk mengajak kedua pihak duduk dalam Meja Perdamaian, yang direncanakan tanggal 14 November 2022 proses awal duduk dalam Meja Perdamaian bisa terwujud,” harapnya.

Marasabessy berjanji, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, akan berdiri diatas kepentingan semua pihak.
“Kami akan bertindak seadil-adilnya dengan mengakomodir semua kepentingan kedua pihak,” janji Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku ini.

Marasabessy meminta, warga dua negeri untuk melepaskan egoisme, dan melihat ini permasalahan ini sebagai masalah kemanusian dan masa depan generasi Kariu dam Pelauw-Ori. (TIM)

Berita Terkait

Stay Connected

0FansSuka
3,587PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles