SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Sebuah jembatan darurat di Dusun Kalauli, Negeri Kaitetu Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah yang dibangun beberapa waktu lalu akibat hujan deras yang menyebabkan putusnya jalan utama, kini lembali ambruk pada Senin, (22/12/2025).
Peristiwa itu menggangu aktivitas warga, terutama distribusi barang dan mobilitas masyarakat antar desa. Jembatan yang dibangus secara swadaya itu ambruk saat wilayah itu diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Senin sore. Antrian mobil pun mengular karena tidak bisa melintas.
“Macet panjang, semua kendaraan roda empat tidak bisa melintas karena jembatannya sudah roboh,” kata Jamil, salah satu pengemudi angkot jurusan Seith-Ambon.
Dia menyebut, yang bisa melintad hanya kendaraan roda dua, itu pun harus ekstra hati-hati, todak bisa dengan boncengan atau beban yang terlalu berat, karena bisa jatuh tersungkur ke kolom jembatan.
Dia menyebut, jembatan itu sudah rusak sejak Agustus 2025 lalu, saat wilayah tersebut diguyur hujan deras. Saat itu, aktivitas transportasi sempat terhenti. Namun, masyarakat membuat jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa, agar aktivitas transportasi bisa kembali normal.
“Pengerjaan hanya menggunakan batang pohon kelapa. Orang yang melintas pun harus ekstra hati-hati,” katanya.
Jembatan itu pernah ditinjau langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa saat menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan sekolah di Dusun Kalauli, bahkan juga sempat viral di media sosial. Namun, hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.
“Pak gubernur sempat tinjaunkerusakan jalan ini, dan sempat viral di medsos. Tapi tak kunjung diperbaiki,” kata salah satu tukang ojek di wilayah itu.
“Katong (kami) berharap pemerintah daerah bisa segera memperbaiki kerusakan ini, karena ini jalan utama yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Leihitu,” ungkapnya. (RED)

