“Semua mundur,” teriak seorang polisi berpakaian dinas lengkap, namun tidak dihiraukan aksi baku lempar batu terus berlangsung. Akibat dari aksi tersebut, poros jalan menuju Latuhalat terhambat, antrean panjang kenderaan terjadi.
Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta yang dikonfirmasi Spektrum, mengaku kecewa dengan peran kepolisian. Menurut dia, bentrok sering terjadi, namun pihak kepolsiiana selalu lambat.

Elly Toisutta
“Bentrok terjadi, baru ada tindakan kepolisian. Iya, kami terus lakukan pengawasan atas berbagai bentrok yang sering terjadi belakangan ini. Misalkan di Kudamati, OSM, dan juga di JMP saat itu yang menyebabkan jiwa. Polisi dating setelah ada bentrok, harusnya terbalik. Ini terjadi lagi, di Air Salobar,” kesal Toisutta melalui sambngan selulernya.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu Kapolresta Ambon dan Pp Lease, Kombes pol. Leo Surya Nugaraha Simtupang bersama wakilnya, telah dipanggil dan duduk bersama hearing dengan DPRD Kota Ambon membahas bentrok yang belakangan terus terjadi. Termasuk, membahas Husein Suat, korban yang tewas diatas JMP pada Kamis 11 Februari 2021 lalu.
