SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Sprinter muda andalan Maluku, Girsha Saimima, tampil sebagai salah satu bintang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Junior 2026. Atlet kategori U-18 itu sukses memborong dua medali emas setelah menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter dan 200 meter putri, sekaligus mengukuhkan Maluku sebagai salah satu kekuatan baru di nomor sprint.
Kesuksesan pertama diraih Girsha pada final 100 meter putri U-18, Sabtu (27/6/2026). Ia finis terdepan dengan catatan waktu 12,43 detik, mengungguli Queensa Fairyntka dari Jawa Timur (12,62 detik) dan Sazeba Thalisa yang juga berasal dari Jawa Timur (12,67 detik).
Tak berhenti di situ, Girsha kembali menunjukkan dominasinya pada final 200 meter putri U-18, Senin (29/6/2026). Ia kembali menyentuh garis finis paling depan dengan waktu 25,48 detik, memastikan medali emas keduanya di ajang nasional tersebut.
Pada nomor ini, medali perak diraih Loraine Audrey Batall asal Filipina dengan catatan 25,75 detik, sementara perunggu menjadi milik Sazkya Thalisa Putri dari Jawa Timur yang mencatatkan waktu 26,06 detik.
Ketua Umum Pengprov PASI Maluku, Levinus Kariuw, menyebut keberhasilan Girsha merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan mental bertanding yang terus berkembang.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Girsha kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih medali emas kedua. Ini menunjukkan bahwa prestasinya bukan karena faktor keberuntungan, tetapi hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta mental bertanding yang semakin matang,” ujar Levinus.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Girsha untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku. Kami berharap Girsha terus menjaga performanya dan tidak cepat berpuas diri. Masih banyak kejuaraan yang harus dihadapi, sehingga pembinaan akan terus kami tingkatkan agar ia mampu bersaing di level nasional yang lebih tinggi hingga membawa nama Indonesia di ajang internasional,” katanya.
Meski anak didiknya sukses membawa pulang dua medali emas, pelatih Girsha, Viera Hetharie, mengaku masih melihat ruang besar untuk peningkatan performa. Mantan atlet nasional sekaligus pemegang rekor nasional nomor 400 meter gawang itu menilai Girsha belum kembali ke performa terbaiknya setelah mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
“Sebagai pelatih saya tentu bersyukur karena Girsha mampu mempersembahkan dua medali emas untuk Maluku. Namun, saya belum merasa puas dengan catatan waktunya. Setelah kembali dari Pelatnas, performanya memang belum sepenuhnya kembali seperti yang kami harapkan. Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus komitmen kami untuk terus meningkatkan performanya agar bisa meraih prestasi yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” ujar Viera.
Ia mengungkapkan, Girsha sebenarnya pernah mencatatkan waktu 24,82 detik di nomor 200 meter yang hingga kini masih menjadi rekor nasional kelompok usianya.
“Kami yakin Girsha masih bisa berlari lebih cepat. Rekor terbaiknya 24,82 detik membuktikan bahwa potensinya sangat besar. Target kami bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga mengembalikan performanya hingga mampu memecahkan catatan terbaiknya sendiri dan bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya.
Viera menegaskan, prestasi atlet tidak pernah lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang konsisten sejak usia dini.
“Seorang atlet tidak akan meraih hasil terbaik tanpa dukungan pelatih yang mendidik dan membinanya sejak awal. Prestasi yang diraih Girsha hari ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, orang tua, Pengprov PASI Maluku, serta semua pihak yang terus memberikan dukungan. Kami akan terus bekerja agar Girsha kembali mencapai performa terbaiknya dan mengharumkan nama Maluku maupun Indonesia di ajang internasional,” tutup Viera.
Di balik keberhasilan memborong dua medali emas, terselip momen emosional yang menyita perhatian. Dengan mata berkaca-kaca, Girsha menyampaikan permintaan maaf kepada pelatihnya atas keputusan yang pernah diambil saat bergabung ke Pelatnas.
“Saya sangat berterima kasih karena Coach Viera mau menerima saya kembali. Saya sadar itu adalah kesalahan saya sendiri karena mengambil keputusan untuk masuk Pelatnas. Saya minta maaf dan saya berjanji akan membuktikannya lewat prestasi,” ujar Girsha penuh haru.
Dua medali emas yang dibawa pulang Girsha bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kontingen Maluku, tetapi juga mempertegas bahwa regenerasi atlet sprint dari daerah itu terus berjalan dan siap bersaing di panggung nasional hingga internasional. (RED)

Tinggalkan Balasan