SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Ratusan tenaga honorer di Kota Ambon yang gagal dalam seleksi PPPK penuh maupun paruh waktu bakal diupayakan masuk menjadi tenaga outsorching.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Wane Ruperd Mailuhu mengatakan, pihaknya telah membahas nasib tenaga honorer tersebut bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Menurutnya, ada kurang lebih 117 orang tenaga honorer yang terancam kehilangan pekerjaan. Mereka tengah diupayakan untuk masuk menjadi tenaga outsorching.
“Ada 117 orang di berbagai bidang, termasuk tenaga pengajar. Kebanyakan itu tenaga operator. Mereka sudah kebagian formulir yang menerangkam bersedia atau tidak jadi tenaga ousorching,”ungkap Mailuhu kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Dari 117 orang, 58 diantaranya telah mengembalikan formulir, dan satu orang telah menyatakan diri mundur. Sementara batas waktu pengembalian formulir tersebut, Rabu besok.
“Kita tunggu sampai hari terakhir besok, berapa banyak yang bersedia masuk tenaga outsorching, sambil menunggu kajian dari pemerintah pusat,”ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu menyebut, sampai hari ini pemerintah pusat pun masih mengkaji pengalihan tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK penuh waktu atau paruh waktu supaya menjadi tenaga outsourcing (alih daya) agar tetap bisa bekerja di lingkungan instansi pemerintah.
Dia mengakui, anggaran untuk membayar mereka itu ada di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), hanya saja dasar untuk melakukan pembayaran itu tidak ada. Sehingga jalan satu-satunulya adalah dialihkan ke outsorching.
“Kami ingin masalah ini cepat diselesaikan dan tidak berlarut. Kami berharap mereka semua dapat terakomodir ke outsorching, karena tidak ada lagi status honorer di Kota Ambon,”tandasnya. (RED)

