SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Masyarakat Maluku kini diperhadapkan dengan tantangan literasi ganda yaitu pergeseran minat dari buku fisik yang ditandai dengan sepinya perpustakaan sehingga terbatasnya kemampuan memilah kebenaran dari limpahan informasi di media digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Elvi Yana Tikupasang, saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi beberapa di Kota Ambon pekan kemarin mengakui, keberadaan perpustakaan mulai sunyi.

Namun, sebagai perisai kolektif, perpustakaan kini berevolusi sebagai gerbang digital dan Pelabuhan Aman di lautan Informasi, menjembatani kesenjangan antara minat baca tradisional dan kebutuhan verifikasi digital.

Ia menjelaskan, keberadaan Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi adalah pilar utama penggerak literasi di Maluku, sebagai penjaga mercusuar dan navigator di tengah arus disinformasi dan berita hoax yang kerap kali menciptakan kegaduhan.

“Mereka penjaga mercusuar dan navigator, mereka sangat dibutuhkan,”ujar Tikupasang.

Untuk memerangi hoax dan misinformasi, para pilar ini diharapkan menerapkan tiga lensa ajaib yang esensial dalam menentukan kebenaran informasi:

1. Lensa Sumber: Untuk mengidentifikasi keaslian dan otoritas informasi.

2. Lensa Konteks: Untuk memahami motivasi dan tujuan tersembunyi di balik informasi.

3. Lensa Bukti: Untuk mencari fakta-fakta yang terverifikasi dan data pendukung.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat Maluku yang lebih cerdas, kritis, dan tahan banting terhadap manipulasi digital, karena sesuatu yang viral belum tentu benar,”ujarnya.

Kolaborasi Tiga Pilar Utama Literasi

Dia menekankan, kolaborasi tiga pilar ini diperlukan. Diperlukan sinergitas guna memastikan bahwa setiap warga negara memiliki ‘teleskop’.

Akhir dari bimbingan teknis, bisa memunculkan agen-agen yang mampu berinovasi dalam menyebarkan informasi yang benar, sekaligus menarik kembali minat generasi muda ke dalam ekosistem literasi yang bermutu sebagai perisai kolektif dari ancaman disinformasi. (S-07)