SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Publik Kota Ambon kembali dikejutkan dengan aksi nekat seorang pria berinisial AH alias Anto yang ditemukan tewas terkapar usai melompat dari atas Jembatan Merah Putih (JMP) ke perairan Desa Galala, Kecamatan Sirimau.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) malam, sekira pukul 22.10 WIT. Korban yang diketahui berprofesi sebagai pegawai ASN tersebut dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, IPDA Moyeth (Jeneth) Luhukay, dalam keterangan yang diterima SPEKTRUMONLINE.COM, Kamis (9/4/2026) menjelaskan berdasarkan data kepolisian, korban merupakan warga beralamat di Piru, yang saat ini berdomisili di kawasan Galunggung, Kelurahan Batu Merah.

Dia menjelaskan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang berada di pesisir pantai Desa Galala, tepat di bawah JMP. Menurut saksi mata, Roland Syam (23), saat itu ia sedang berlatih paduan suara bersama rekan-rekannya di sebuah gazebo.

“Saksi melihat sebuah mobil putih melaju kencang ke arah kerumunan di depan kafe. Awalnya ia mengira ada keributan, namun setelah mendekat, pengunjung kafe menginformasikan ada orang yang terjun dari atas jembatan,”ujar IPDA Jeneth Luhukay, Kamis (9/4/2026).

Warga sekitar, pengunjung kafe, bersama Babinkamtibmas Desa Galala segera melakukan pencarian di perairan bawah JMP. Tak lama berselang, tubuh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan. Meski sempat diberikan pertolongan pertama berupa napas buatan oleh warga di TKP, korban tetap tidak memberikan respons.

Hasil penyelidikan awal, terungkap fakta pilu sebelum korban melakukan aksi nekatnya. Korban diketahui baru saja pulang dari dokter praktik untuk menjalani pengobatan didampingi pihak keluarga.

“Dalam perjalanan pulang menggunakan mobil, korban sempat meminta izin kepada keluarga untuk berhenti di atas JMP karena ingin melihat pemandangan Kota Ambon di malam hari,”jelas Jeneth.

Nahas, saat kendaraan berhenti, korban langsung melakukan aksinya. Pihak keluarga yang berada di lokasi dilaporkan sempat berusaha menahan tubuh korban, namun upaya tersebut gagal mencegah korban terjatuh ke laut.

Evakuasi dan Pemeriksaan Medis

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon menggunakan mobil pribadi milik warga yang melintas di jalan raya. Namun, setibanya di ruang IGD, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia.

“Korban mengalami cedera fisik yang cukup berat, termasuk patah tulang pada tangan kiri dan kaki kiri,” tambah Kasi Humas.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke kediamannya di Desa Waiheru. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik dugaan bunuh diri tersebut, sementara identitas anggota keluarga lain yang bersama korban saat kejadian masih dalam pendataan pihak Polsek setempat. (TS-04)