Menurut Ceisar Riupassa, pelatihan dasar bagi penyelam diberikan karena menyelam termasuk olahraga yang berbahaya. Jadi orang-orang yang berminat pada olahraga ini harus mendapatkan rekomendasi dan sertifikasi karena harus belajar tentang lingkungan di bawah laut dan teknik penyelaman seperti bagaimana menggunakan alat-alat selam, teknis bernafas, teknik berenang, teknik ekualisasi dimana tekanan udara dari luar akan menekan gendang telinga yang menyebabkan telinga sakit. Dengan menjepit hidung dan bernafas melalui hidung serta menelan ludah dan menggerak-gerakkan rahang akan mengurangi rasa sakit. Mencegah kejadian Narkosis yang menyebabkan gangguan penglihatan. Melihat makhluk hidup di bawah laut lebih besar dari ukuran sebenarnya yang menimbulkan kepanikan tiba-tiba dan bertindak ceroboh, tiba-tiba naik ke permukaan.

“ Selain tekanan yang berbeda di dalam laut, juga dapat berpengaruh terhadap fungsi otak dan fungsi paru-paru. Kita diajarkan bagaimana turun secara perlahan-lahan. Banyak orang yang melakukan diving tanpa sertifikat, begitu masuk ke dalam (air laut) terjadi Narcosis, naik cepat-cepat, paru-paru dipaksa, lalu meledak dan bilang kena hantu laut” terangnya.
