SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Risiko penularan dan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Ambon mengancam kalangan muda, baik pelajar maupun mahasiswa.

Terhitung sejak periode Januari hingga Februari 2026, sebanyak 65 kasus HIV. Jumlah kasus tersebut didominasi oleh kalangan muda. Tentu sangat mengkhawatirkan, karena kelompok tersebut termasuk dalam kategori rentan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M. Aris Soulisa meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku berisiko.

“Sebagian besar kasus yang ditemukan berasal dari kalangan muda dan LGBT. Karena itu, peran orang sangat penting dalam hal pengawasan dan pendidikan moral kepada anak-anak mereka,” ujar Aris, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, meningkatnya angka kasus HIV yang ditemukan pada kelompok usia produktif, menandakan bahwa pengawasan keluarga serta edukasi mengenai kesehatan reproduksi masih cukup lemah.

“Edukasi soal ini yang perlu diperkuat. Awalnya dari mana, ya dari lingkungan keluarga,”ujarnya

Terkait HIV, dia mengaku telah mendiskusinya dengan para pimpinan DPRD agar dimungkinkan agat lokalisasi resmi di Ambon harus dibuka kembali, karena mempermudah pengawasan kesehatan terhadap pekerja seks komersial (PSK), termasuk pemeriksaan kesehatan rutin serta penyuluhan terkait pencegahan penyakit menular seksual.

“Tapi karena penderitanya kebanyakan dari anak muda, makanya fokusnya ke keluarga. Keluarga harus tegas dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka,” katanya. (RED)