SPEKTRUMONLINE. COM, AMBON — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath pada 20 Februari 2026, tantangan efisiensi anggaran menjadi ujian serius bagi jalannya pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath saat memimpin apel perdana di lingkungan Kantor Gubernur Maluku, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, ia menyampaikan harapan agar satu tahun kepemimpinan HL–Vanath dapat membawa pencerahan serta perbaikan kondisi pembangunan dan pelayanan publik di Maluku.
Vanath mengakui, kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung berpotensi memunculkan kritik terhadap pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut harus dihadapi secara realistis demi menjaga keberlanjutan program dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam kondisi efisiensi saat ini, kita harus tetap semangat dan berharap agar kondisi Indonesia bisa cepat pulih, karena sangat berpengaruh bagi kita di level daerah,” ujar Vanath.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan melemahnya kinerja birokrasi. Menurutnya, kepemimpinan yang solid di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pembinaan pegawai menjadi kunci agar sistem kerja tetap berjalan efektif.
“Tidak mungkin setiap saat gubernur melakukan sidak, dan tidak mungkin wakil gubernur terus memberikan arahan. Yang bekerja itu adalah sistem, bukan orang per orang,” tegasnya.
Selain itu, Wagub mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku untuk tetap disiplin, menjaga semangat kerja, dan bersikap optimistis meskipun pemotongan dana transfer daerah berdampak signifikan terhadap belanja daerah dan program OPD.
Ia berharap seluruh jajaran pemerintah daerah mampu beradaptasi dengan keterbatasan fiskal tersebut dan tetap memprioritaskan pelayanan publik sebagai tanggung jawab utama pemerintahan. (S-03)