SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah vanath mengakui, angka pengangguran di Provinsi Maluku mengalami peningkatan.
Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025 di DPRD Provinsi Maluku pada Senin (30/3/2026) kemarin.
Vanath menyampaikan, ekonomi Maluku pada 2025 tumbuh 5,44 persen, melampaui rata-rata nasional, disertai perbaikan distribusi pendapatan masyarakat. Meski begitu, angka pengangguran terbuka mengalami kenaikan dari 6,11 persen pada 2024 menjadi 6,27 persen di 2025.
“Kami masih menghadapi sejumlah tantangan, sehingga masukan DPRD sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kebijakan ke depan,”ujar Vanath.
Sementara itu, Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun menegaskan, LKPJ merupakan instrumen penting dalam mengevaluasi kinerja pemerintah daerah yang wajib disampaikan setiap tahun, paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Melalui LKPJ, kepala daerah menyampaikan gambaran pelaksanaan program, kendala yang dihadapi, hingga langkah penyelesaian selama tahun 2025.
“Dokumen ini menjadi dasar bagi DPRD untuk memberikan catatan strategis dan rekomendasi perbaikan ke depan,” ujarnya.
Menanggapi kenaikan angka pengangguran, kata Benhur, pihaknya bakal menindaklanjuti dengan pembahasan internal, termasuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat dari hasil reses serta pengawasan di lapangan.
DPRD juga menyoroti situasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang belakangan ini terjadi du sejumlah wilayah di Maluku.
“Perhatian serius terhadap situasi keamanan di sejumlah wilayah juga menjadi penting, agar stabilitas tetap terjaga dan pembangunan berjalan optimal,” tandasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan