SPEKTRUMONLINE, MASOHI – Dalam rangka memperingati HUT Pattimura ke-208, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, ST., menghadiri prosesi adat pengambilan api obor perjuangan Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura di Gunung Saniri, Kecamatan Saparua, pada Rabu, 14/05/2025. Prosesi ini berlangsung dengan hikmat dan sakral.
Semangat juang pahlawan Kapitan Pattimura terus dikobarkan oleh Pattimura-Pattimura Muda hingga saat ini. Semangat juang tersebut disimbolisasikan dengan pelaksanaan prosesi pembakaran api obor Pattimura yang ke-208. Penyalaan api obor dilakukan oleh rombongan adat dari Negeri Tuhaha (Beinusa Amalatu) di Gunung Saniri.
Api obor kemudian diarak ke kota Saparua dan terakhir disemayamkan di Baileo Negeri Saparua. Pembakaran obor Pattimura memiliki makna bahwa perjuangan Kapitan Pattimura diteruskan oleh Pattimura-Pattimura Muda Maluku dalam bentuk karya dan prestasi serta semangat untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Prosesi ini juga dihadiri oleh masyarakat adat Negeri Tuhaha, para raja di Saparua, Camat Saparua dan Saparua Timur, serta Pemerintah Maluku Tengah. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya melestarikan budaya dan menghormati perjuangan pahlawan nasional.
Dengan prosesi ini, diharapkan semangat juang Kapitan Pattimura dapat terus dikobarkan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku. Semoga prosesi kebudayaan ini dapat terus lestari kedepannya sebagai bentuk upaya mengenang perjuangan Kapitan Pattimura.
Prosesi adat pengambilan api obor perjuangan Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya melestarikan budaya dan menghormati perjuangan pahlawan nasional.
Dengan demikian, prosesi ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperingati HUT Pattimura dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan menghormati perjuangan pahlawan nasional. (HS 10)

