AMBON,SPEKTRUM-Slamet Riyadi, Direktur Utama (Dirut) PT. Dok dan Perkapalan Wayame, diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Untuk mendalami dugaan korupsi berjamaah di perusahan hasil Kerjasama PT. PAL Surabaya dan Pemerintah Provinsi Maluku itu.

Pemeriksaan Slamet Riyadi ini sudah untuk kedua kalinya dilakukan Kejari Ambon. Sebelumnya di tahap penyelidikan Slamet Riyadi yang menjabat sebagai Dirut PT. Dok dan Perkapalan Wayame sejak tahun 2017 ini, sudah pernah diperiksa tim penyidik Kejari Ambon, untuk membongkar aroma korupsi berjamaah Rp. 117 Miiar di perusahan tersebut.

Kasi Intel Kejari Ambon, Alfred Talompo kepada wartawan mengatakan, pemeriksaan terhadap Dirut PT. Dok Perkapalan Waiame merupakan rangkain penyidikan, tim penyidik dalam upaya mengumpulkan bukti dugaan korupsi atas kasus tersebut.

“Hari ini pemeriksaan satu saksi dari PT Dok Waiame Ambon yaitu SR selaku General Manager di perusahaan tersebut. Pemeriksa dimulai sejak pukul 09.00 Wit,”ungkap Talompo, Kamis (15/5/2025).

Namun pemeriksaan ini akan dilakukan selama dua hari, Kamis (15/5/2025) dan Jumat (16/5/2025). Pemeriksaan terhadap Slamet Riyadi sendiri baru di pukul 15.30 WIT.  Pemeriksaan akan dilanjutkan lagi pada Jumat (16/5/2025).

“Pemeriksaan masih lanjut besok,” tukas Talompo.

Sehari sebelumnya juga, tim penyidik juga memeriksa GM. PT Pelayaran Dharma Indah, Theresia Ruth Rachel Bagenda.

Sementara terkait, agenda pemeriksaan bos PT Sumber Rejeki, Ronny Rambitan alias Kiat, serta Direktur Utama PD Panca Karya, Rusdi Ambo, Talompo mengaku belum mengetahui.

“Kalau yang itu saya belum tahu. Kalau ada nanti pasti saya infokan. Yang pasti sejauh ini sejak ditingkatkan ke penyidikan, itu kita sudah panggil 17 saksi yang yang hadir hanya beberapa saja karena memang ada yang berdomisili diluar Ambon,” pungkasnya.

Sebelumnya di hari Sabtu (10/5/2025) Tim penyidik KejariAmbon melakukan pemeriksaan lapangan di PT Dok Perkapalan Waiame Ambon. Dipimpin Kasi Pidsus Kejari Ambon, Azer Orno.

Tim penyidik Adhyaksa ini menuju dua spot yang terindikasi masalah yakni, fsik Galangan Kapal dan Investasi peralatan yang diadakan sejak tahun 2020 – 2024. Pemeriksaan dilakukan selama empat jam dari pukul 12.00 Wit hingga pukul 16.00 Wit.

Azer Orno mengatakan, pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim penyidik merupakan bagian dari rangkaian penyidikan atas kasus tersebut. (Edy)