SPEKTRUMONLINE.COM, AMBON – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku baru akan dimulai pada Sabtu (8/11/2025) besok.

Kepastian itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Derek Loupatty usai menggelar rapat bersama Steering Committee (SC) di Kantor DPD Partai Golkar Maluku, Kamis (6/11/2025).

Jelang pelaksanaan Musda, beredar kabar bahwa Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia diam-diam telah memberikan restu kepada Plt. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Maluku, Umar Lessy untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua DPD definitif.

Kabar dukungan Bahlil ke Umar Lessy itu mendapat tanggapan keras dari salah satu kader Partai Golkar Maluku yang enggan namanya diberitakan.

Kepada SPEKTRUMONLINE.COM, kader Partai Golkar itu menyebut, jika informasi itu betul, maka Ketum Bahlil tidak bijaksana dalam mengambil keputusan.

Pasalnya, Umar Lessy saat ini tengah menjabat sebagai Wasekjen Pemenangan Pemilu Partai Golkar Indonesia Timur dan juga panitera Mahkamah Partai.

“Umar Lessy bisa menjadi Ketua DPD, kecuali bisa melepaskan jabatannya sebagai wasekjen, melepaskan jabatan panitera mahkama partai dan juga lepaskan jabatan sebagai tenaga ahli di kementerian,”ujar sumber.

Sumber itu menyebut, kalau mau kadi ketua DPD, Umar Lessy juga harus lepaskan jabatan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Administrasi Negara dan Good Governance agar bisa fokus melakukan konsolidasi di Maluku.

Jika jabatan-jabatan itu tidak dilepaskan, maka sama saja dengam yang pernah dituding ke Ramli Umasugi saat menjabat Ketua DPD Golkar Maluku, bahwa gagal pimpin partai.

Sebab, Umar akan lebih fokus dengan pekerjaannya di Jakarta ketimbang mengurus partai di Maluku.

“Sehingga mengharapkan kepada Ketum Bahlil supaya melihat secara objektif nasib Golkar kedepan, jangan sampai Golkar Maluku kedepan makin terpuruk,”pungkasnya.

Menurutnya, semua kader di Maluku menghrapkan Golkar kedepan lebih baik. Terutama bagaimana mewujudkan target penambahan kursi Partai Golkar di Pemilu 2029 mendatang, sebagaimana yang dicita-citakan Ketum Bahlil.

“Kalau dulu Pak Ramli disebut tidak mampu urus partai karena tidak berada di tempat, pasti terjadi lagi kalau Umar Lessy menjabat Ketua DPD Golkar Maluku. Jadi Pak Ketum Bahlil harus bijak melihat bagaimana nasib Golkar kedepan,”tandasnya. (RED)