27.7 C
Ambon City
Kamis, 13 Juni 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus Bom, Kisman Latumakulita Akui Divonis 7 Bulan Penjara

AMBON, SPEKTRUM – Kisman Latumakulita mantan narapidana pemilik bom yang disimpan di Hotel Mega Jakarta mengakui dirinya divonis 7 bulan penjara.
Dengan pengakuan tersebut, Kisman Latumakulita mengakui jika dirinya seorang mantan narapidana, pemilik bom yang disimpan di Hotel Mega, tahun 2003.

“Sebenarnya tulisan yang disampaikan seseorang yang bernama Nadjar Abdullah Lohy staf Kisman Latumakulita tidak perlu Spektrum tanggapi, karena sebelum berita dirilis, Spektrum sudah melalui mekanisme cover both side, saya yang lakukan upaya tersebut,” kata Ivonne Redaktur Pelaksana Harian Spektrum/Spektrumonline.com.

Ivonne menegaskan, dirinya telah berupaya lakukan cover both side berulang kali sejak tanggal 20 Maret 2023 hingga 23 Maret 2023 bukan hanya melalui pesan singkat WA tapi juga panggilan telepon.

“Namun Kisman Latumakulita memilih untuk tidak memberikan penjelasan, sebagai seorang yang katanya mantan wartawan, Kisman Latumakulita pasti mengetahui kerja jurnalis dan memahami etika jurnalistik.

“Kami tidak ingin berdebat dengan seorang Kisman Latumakulita, yang katanya wartawan senior tapi dicari namanya ternyata tidak terdata di Dewan Pers. Koran Harian Spektrum memiliki wartawan yang telah lolos Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Dewan Pers, mulai dari CEO, Pemimpin Redaksi hingga reporter. Kalau wartawannya telah lolos UKW, berarti media tersebut telah terdaftar,” tegas Ivonne.

Melalui surat yang dikirim ke Redaksi Spektrum maupun dikirim via WA ke nomor whatsapp Redaktur Pelaksana Koran Harian Spektrum oleh seseorang yang mengaku Staf Kisman Latumakulita, yakni Nadjar Abdullah Lohy tidak ada satupun kata yang pantas untuk dijadikan hak jawab kecuali pengakuan Kisman Latumakulita jika dia mantan narapidana kepemilikan bom di Hotel Mega.

“Dia menyebut Spektrum sebagai media abal-abal, media bodrex, media tidak jelas dan caci maki lainnya, kami tidak menanggapinya karena Spektrum merupakan salah satu media di Maluku yang memiliki mesin cetak dan dilengkapi tenaga IT profesional, kami tidak perlu menanggapi seseorang yang tidak berkualitas. Anda, Kisman Latumakulita bukan level kami,” tegas Ivonne.

Yang semakin picik lagi, lanjut Ivonne, hak jawab dibagikan di grup -grup whatsapp
“Ini semakin menunjukan kualitas seorang Kisman Latumakulita,” kata Ivonne.

Ivonne menegaskan, Koran Harian Spektrum bukanlah koran yang baru dibentuk setahun dua tahun.
“Apa yang kami tulis adalah fakta yang akhirnya diakui Kisman Latumakulita jika dia divonis 7 bulan penjara. Divonis berarti bersalah atau lakukan kesalahan. Mungkin anda divonis ringan lantaran saat itu belum diterapkan UU Anti teroris,” katanya lagi..

Sekedar untuk diketahui, keterlibatan Kisman Latumakulita sebagai pemilik bom yang disimpan di Hotel Mega pernah ditulis di Tempo edisi Selasa, 23 September 2003 pukul 13:32 WIB.

Pemilik Bom Hotel Mega Bantah Sebut Nama Fuad Bawazier

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tersangka pemilik bom di Hotel Mega, Kisman Latumakulita, 40 tahun, membantah pernah menyebutkan nama Fuad Bawazier. Saya tidak pernah menyebut itu, saya tidak pernah menyebut siapa-siapa terlibat, itu hak Kapolda [menyebutnya], kata Kisman menjawab pertanyaan wartawan di halaman Polda Metro Jaya, Jumat (16/11) siang.

Pernyataan Kisman itu meluncur ketika ditanya keterlibatan Fuad Bawazier sesuai dengan yang diucapkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sofjan Jacoeb.

Kisman memberi keterangan setibanya dia di Polda Metro Jaya dari Polres Jakarta Pusat pukul 11.55 WIB. Kisman bersama dua tersangka lainnya, Yupiter Adventus, 25 tahun, dan Randi Abari Latudanja, 21 tahun, tiba dengan menggunakan truk tahanan dengan kawalan empat anggota bersenjatakan laras panjang dan sejumlah reserse.

Tampak dalam rombongan itu Kepala Urusan bidang Operasi Kaserse Polres Jakarta Pusat, Ipda Pol. Irwan S.

Kisman mengaku, saat ia menjadi wartawan, kenal Fuad Bawazier yang saat itu menjabat sebagai komisaris utama Bursa Efek Surabaya. Kisman juga menyangkal bahwa dirinya kenal dekat dengan mantan panglima TNI Wiranto.

Saya sama sekali tidak kenal Pak Wiranto, jelasnya

Kisman juga tidak tahu persis siapa yang menyuruhnya membawa bom dari kosnya ke Hotel Mega.

Ia mengatakan bom itu dimiliki berkaitan dengan terjadinya eskalasi politik menjelang kejatuhan Gus Dur. Ketika itu, kita semua dan pihak-pihak yang terlibat di lini politik pada kejatuhan Gus Dur harus, barangkali rilnya membekali diri, dengan persiapan-persiapan, ungkap dia seraya berjalan menuju ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Ia berpesan kepada pers untuk berlaku objektif terhadap pemberitaan berkaitan dengan dirinya. Dia tidak menyalahkan pers atas pemberitaan dirinya karena dianggapnya pers tidak pernah bertemu dengan dirinya selama penahanan sehingga berita masih dari satu pihak.

Ada saatnya saya akan memberitakan kepada publik dan sampaikan secara objektif kepada publik karena yang sebenarnya ada banyak hal yang belum diketahui, kata pria.

Pernyataan ia tidak pernah menyebut nama Fuad Bawazier, disanggah oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sofjan Jacoeb. Sofjan mengatakan nama Fuad Bawazier disebut berdasarkan keterangan yang dia peroleh dari Kisman sendiri saat pemeriksaan.

Yang kita bicarakan adalah fakta, tapi masih perlu diklarifikasikan benar tidaknya keterangan dia, jelas Kapolda. Pemanggilan Fuad masih menunggu data-data dan keterangan-keterangan dari saksi-saksi lainnya.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah benar konflik di Ambon bergeser ke Jakarta, ia hanya menjawab bahwa hal itu yang sedang diusut, termasuk kenapa Kisman menyimpan bom itu di hotel dan kapan akan digunakan. (Kurniawan-tempo news room)

“Selain Tempo, ada sejumlah media yang ikut merilis berita tersebut,” kata Ivonne. (*)

Berita Terkait

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles