Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Ketua Partai Golkar SBB Digoyang PAC

Ketua Partai Golkar SBB Digoyang PAC

PIRU, SPEKTRUM – Kepemimpinan Partai Golkar Seram Bagian Barat (SBB) digoyang tujuh PAC partai berlambang beringin itu. Tak tanggung-tanggung pengurus PAC Partai Golkar layangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD II Partai Golkar SBB, Salam Hehanusa, Rabu (27/10/2021). Mosi tidak percaya tersebut dibuat setelah Hehanusa memberhentikan tujuh Pengurus PAC Partai Golkar. Setelah pemberhentian tersebut, Hehanussa panen kritik dan sanggahan dari kader partai tersebut.

Sanggahan dilayangkan lantaran pengurus PAC yang diberhentikan mengaku tidak mengetahui jika posisi mereka telah dimisioner. Sikap ketidakpercayaan kader Partai Golkar terhadap kepemimpinan Abdul Salam Hehanusa disampaikan Ketua MKGR Partai Golkar SBB, Hasan Hermanses

Dirinya meminta Ketua DPD I Partai Golkar Ramly Umasugi untuk memberhentikan Ketua DPD II Golkar SBB, Abdul Salam Hehanusa dari jabatannya. Hehanussa dianggap tidak mampu menjalankan roda kepemimpinan sebagai Ketua Partai Golkar SBB.

Hasan mengaku prihatin terhadap kondisi Partai Golkar mosi tidak percaya terhadap Abdul Salam Hehanusa dilayangkan.

“Persoalan yang dialami kader Partai Golkar perlu disikapi secara serius oleh Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Ramli Umasugi,” katanya.

Hasan menjelaskan, tindakan memberhentikan pengurus di tujuh kecamatan di SBB merupakan hal yang tidak terpuji dan memalukan.

“Ini juga warning kepada DPD I Partai Golkar Maluku agar segera mengambil langkah tegas terhadap persoalan dimaksud dan melakukan pemberhentian terhadap Abdul Salam Hehanusa dari kursi Ketua DPD II Partai Golkar SBB,” katanya tegas.

Hasan mengingatkan ketua DPD I Partai Golkar Maluku terhadap mosi tidak percaya yang dilayangkan tujuh pengurus PAC di SBB.

“Jangan sampai gejolak yang terjadi dalam Partai Golkar akibat ulah dari Ketua DPD II berpengaruh terhadap konstalasi politik 2024 mendatang juga Pileg. Karena dikuatirkan perolehan suara di DPRD SBB akan terjun bebas,” katanya mengingatkan.

Saat ini tambahnya, Partai Golkar di SBB tidak mendapat empati masyarakat sebab publik telah melihat Musyawarah Kecamatan Amalatu dan Huamual tidak berdasarkan AD/ART Partai Golkar yang berdampak pada penilaian jika Musyawarah tersebut cacat procedural.

Selain itu, saat ini Partai Golkar SBB memiliki hutang sebesar Rp 21.000.000 (dua puluh satu juta rupiah).

Adanya hutang piutang ini diakui, mantan bendahara Partai Golkar SBB, Eklevina Matital, dalam konfrensi pers yang digelar Rabu (27/10/2021) pukul 12.47 Wit.

Matital mengaku hutang tersebut untuk pelaksanaan pelantikan pengurus Partai Golkar, namun sampai saat ini belum lunas terbayar.

Matital menjelaskan, hutang Partai Golkar itu diantaranya pembayaran pemakaian di Hotel Amboina sebesar Rp. 19.000.000 (sembilang belas juta rupiah) dan pemakaian Penginapan Delti Piru sebesar Rp.2.000.000 (dua juta rupiah).

“Hutang ini telah saya konfirmasikan kepada Ketua Partai Golkar SBB, Abdul Salam Hehanusa agar dapat dilunasi, namun belum dilakukan dan masih berjanji akan segera melunasi hutang tersebut.  Sayangnya hingga saat ini setelah dikonfirmasi dengan pemilik hotel, ternyata masih belum dibayar,” tandasnya. (MG-06)

Pin It on Pinterest