Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Dua Tahun lagi, Desa Kilon Jadi Pusat Pengembangan Tanaman

Dua Tahun lagi, Desa Kilon Jadi Pusat Pengembangan Tanaman

Lahan yang sedang ditanami vanili

SAUMLAKI, SPEKTRUM – Desa Kilon Kecamatan Wuar Labobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) akan menjadi pusat pengembangan tanaman yang menghasilkan omset miliaran rupiah dua tahun kedepan.

Desa Kilon merupakan desa yang memiliki sejumlah potensi alam yang menjanjikan bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Kilon, La Anto Rumasora di ruang kerjanya, Senin (16/08/2021).

Desa Kilon pada tiga tahun terakhir berhasil mengembangkan tanaman padi dan semangka seluas puluhan hektar.

Proses pembukaan awal lahan padi ini dilakukan seorang warga masyarakat Desa Kilon bernama Yanto Rumodar yang baru berusia 32 Tahun.

Dikatakan, selama ini masyarakat sudah mulai mengembangkan dua varietas tanaman ini.

Yanto kesehariannya bekerja sebagai tenaga kesehatan pada Puskesmas Wunlah menyisakan waktu luang untuk menggarap sebidang tanah dengan luas awal 250 meter persegi.

“Saya membuka lahan padi setelah selesai tugas utama sebagai manteri. Jadi biasanya hari, Sabtu baru aktifitas di kebun.
Jadi sekarang saya mulai kembangkan lagi budi daya tanaman vanili,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini sudah lakukan selama 1 tahun lebih, bibit dipesan dari kobisonta sebanyak 100 anakan dengan modal awal sebesar 4 sampai 5 juta.
“Puji Tuhan selama 1 tahun sudah mencapai lebih dari 400 anakan lebih,” katanya.

Diakui, dirinya telah mengajak warga masyarakat untuk ikut budiya tanaman vanili tapi sejauh ini belum ada yang tertarik.

Yanto menjelaskan, selama satu tahun lebih, tanamannya telah menghasilkan buah.
“Untuk satu rumpun diisi 10 pohon bisa menghasilkan 2 sampai 3 kg dengan rata-rata per kilo mencapai harga Rp 2 – 3 juta. Saat ini, saya sudah punya 40 rumpun. Tinggal dikalikan saja,” katanya.

Dia mengaku, belajar budidaya vanili secara autodidak dengan membaca referensi dari internet dan bisa mempelajari cara tanam, perawatan sampai mengelola hasil yang baik.
“Sejauh ini dinas terkait di kabupaten belum pernah melakukan pendampingan bahkan tenaga penyuluh pertanianpun tidak nampak di desa guna melakukan pendampingan. Saya berharap kedepan ada perhatian serius dari dinas pertanian untuk bisa l mengembangkan budidaya vanili di kabupaten ini,” katanya. (tim)

Pin It on Pinterest