Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Hari Ini, Jenazah Bupati SBB Dimakamkan

Hari Ini, Jenazah Bupati SBB Dimakamkan

Dirut RSUP Leimena Pastikan, Payapo Terpapar Covid-19

AMBON, SPEKTRUM – Jenazah Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Moh Yasin Payapo yang meninggal Minggu (1/8/2021) pukul 12.00 Wit, rencananya akan dimakamkan hari ini, Senin (2/8/202l) di Ambon.

Hal ini dikemukakan salah satu kerabat Payapo, Hassan kepada Spektrum di rumah duka kawasan Galunggung Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.
“Informasinya, pemakaman hari Senin, 2 Agustus di Ambon,” katanya.

Sementara itu, Dirut RSUP dr. J. Leimena, Dr. Celentinus Munthe kepada wartawan di RSUP Leimena, Minggu (1/8/2021) menjelaskan Bupati SBB meninggal di rumahnya di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon.
“Pasien sebenarnya datang dengan keluhan sesak, demam dan batuk sejak 1 minggu sebelum masuk RSUP. Pasien diterima di ruang IGD RSUP Leimena, Sabtu (31/7/2021) jam 18.30 WIT.
Pasien punya riwayat penyakit darah tinggi penyakit diabetes melitus, penyakit kolesterol dan asam urat tidak terkontrol. Pasien saat datang ke IGD sudah terpasang infus diantar dua anaknya,” jelas Munthe.

Munthe menjelaskan, saat datang pasien langsung diperiksa dan diambil sampel untuk rapid test antigen dan hasilnya positif Covid-19.
“Pasien saat datang saturasi oksigen 89 persen tanpa oksigen tambahan, kemudian dokter jaga IGD memberikan tambahan oksigen 15 Ipm dengan sungkup sehingga saturasi 92-98 persen. Dan dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan setelah hasil pemeriksaan penunjang keluar, dokter IGD langsung melaporkan ke dokter penanggungjawab pasien (DPJP) dokter Vebiyanti Tentua,” jelasnya.

Saat itu, menurut Munthe, dilakukan edukasi dan informasi General Consent karena pasien Positif Covid 19 dan diberikan obat obatan sesuai protokol Covid-19.

Pasien ditemptkan di lantai 6 perawatan pasien Covid-19 srkitar pukul 22.35 wit, dan dilakukan pemasangan kateter urine pukul 23.49 WIT.
“Namun setelah hampir terpasang, pasien menolak dan minta dilepas. Setelah itu dokter meminta untuk dilakukan pemasangan pempers, namun ditolak
juga oleh pasien tersebut. Surat penolakan juga sudah ditandatangani,” ungkapnya.

Munthe juga menjelaskan, anak Payapo
bernama Neni Payapo yang juga seorang dokter umum dan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen dan sementara dirawat di lantai 7 datang ke ruangan Payapo pada Minggu
(1/8/2021) pukul 06.36 WIT.
“Anaknya kemudian memberitahukan jiks ayahnya minta pulang paksa untuk isolasi mandiri di rumah saja bersama anaknya sendin yang akan merawatnya di rumah (isolasi mandiri),” ungkap Munthe.

Saat ini pihak RSUP akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.
“Kita akan koordinasi dengan satgas Covid-19 untuk penanganannya. Jadi yang bersangkutan meninggal positif covid-19 swab antigen. Kita memang belum sempat mengambil PCR karena
masuknya sudah malam Minggu dan rencana keesokan harinya itu PCR namun sudah dipulangkan”‘ akuinya.

la menambahkan, sebelum pulang pasien
sempat diedukasikan untuk tidak meninggalkan rumah sakit kepada pasien maupun kepada anaknya namun pihak keluarga tetap meminta untuk tetap dipulangkan.
“Atas dasar itulah, pihak rumah sakit membuat surat pernyataan pulang atas permintaan sendiri dan sudah ditandatangani oleh anak kandung almarhum,” terangnya.

Bupati SBB meninggal dunia di usianya ke -62 tahun  di kediamanya, di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku, Minggu (1/08/2021) sekira pukul 12.00 Wit. 

Sebelum  menghembuskan nafas terakhir, almarhum sempat menjalani perawatan di RSUP Leimena, di Desa Rumahtiga,  Kecamatan Teluk Ambon. (Tim)

Pin It on Pinterest