Juli 28, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

ALPM Gelar Aksi Tolak Pemberlakuan PPKM Mikro

ALPM Gelar Aksi Tolak Pemberlakuan PPKM Mikro

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Literasi Pemuda Maluku (ALPM) Kota Ambon saat unjuk rasa tolak PPKM Mikro di depan Balai Kota Ambon

AMBON, SPEKTRUM – Mahasiswa IAIN, Universitas Pattimura dan Universitas Darusalam Ambon yang tergabung dalam Aliansi Literasi Pemuda Maluku (ALPM) Kota Ambon, menggelar aksi penolakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Ambon, Jumat (16/07/2021).

Awalnya, aksi dimulai dari Gong Perdamain Dunia Jl Slamet Riyadi Kecamatan Sirimau Kota Ambon dan Depan Kantor Walikota Ambon oleh ALPM Kota Ambon, dikoordinir Reno Latuconsina, Fadel Rumakat, Imran Rahakbauw dan Risman Solissa dengan melibatkan massa sekitar 150 orang, serta menggunakan alat peraga berupa dua megaphone serta mobil mini truk.

Pengunjuk rasa

Aksi tersebut memicu terjadinya kerumunan sehingga Satgas Covid 19 Kota Ambon bersama personel Polresta memberikan himbauan kepada pendemo untuk mentaati protokol kesehatan, dengan tetap jaga jarak, memakai masker, dan jangan berkerumun namun himbuan tidak diindahkan.

Massa terprovokasi untuk menolak himbauan Satgas Covid-19, sehingga personel Polresta dan Satgas Gustu Kota Ambon dan membubarkan masa aksi ke arah perempatan Jalan Pala.

Massa sempat lakukan orasi, selanjutnya menuju Mesjid Al-Fatah Ambon untuk melaksanakan Sholat Jumat berjemaah.

Usai melaksanakan Sholat Jumat di Mesjid Raya Alfatah Ambon, kemudian massa melakukan long march dari Mesjid Raya Al Fatah menuju depan Kantor Balai Kota Ambon dan melakukan aksi unjuk rasa.

Selanjutnya Tim Gugus Tugas Kota Ambon dan dibantu Polresta Ambon & P. P. Lease mengarahkan massa untuk mematuhi PPKM dan Protokol Kesehatan namun ada beberapa oknum mahasiswa yang memprovokasi peserta aksi untuk tidak mematuhi himbauan tim gugus Kota Ambon dan Polresta P Ambon & P. P Lease.

Aksi yang awalnya berjalan lancar mulai memanas sehingga massa dibubarkan personil Polresta P Ambon.

Pada saat personel Polresta Ambon berusaha membubarkan aksi tersebut, massa kemudian menutup akses jalan di depan Kantor Balai Kota Ambon, sehingga sebanyak 29 peserta aksi diamankan ke Polsek Sirimau.

29 peserta aksi yang diamankan, terdiri dari 28 mahasiswa yang kemudian dipulangkan dan satu peserta aksi yang bukan mahasiswa masih berada di Polsek Sirimau.

Menyikapi aksi mahasiswa tersebut,
Kapolresta Ambon, Kombes (Pol) Leo Surya Simatupang yang turun di tempat kejadian mengatakan, Polresta PP Ambon dan Pulau Lease, berupaya untuk membubarkan masa demo, karena aksi demo tidak mematuhi protokol kesehatan, dan tidak menjaga jarak, sehingga sudah selayaknya dibubarkan

“Alhamdulilah situasi tetap kondusif dan sebagian besar para pendemo telah kembali ke tempat mereka masing-masing dan sebagian ditahan di depan Kantor Walikota Ambon untuk dimintai keterangan¬† sampai dimana titik permasalahan,” ungkap Simatupang kepada wartawan di depan Kantor Balai Kota Ambon.

Kapolres mengaku pihaknya belum mengetahui apa yang menjadi tuntutan pendemo namun berdasarkan informasi yang diperoleh ada banyak hal yang menjadi tuntutan, termasuk penanganan Covid-19 serta pembubaran PPKM. 
“Informasinya seperti itu,” terang Simatupang. (Tim)

Pin It on Pinterest