Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Tiga Desa & Satu Kelurahan Ikut Lomba Desa Tingkat Provinsi

Tiga Desa & Satu Kelurahan Ikut Lomba Desa Tingkat Provinsi

Kepala Dinas PMD Provinsi Maluku, Ismail Usemahu saat memberi sambutan sebelum membuka kegiatan Lomba Desa Tingkat Provinsi

AMBON, SPEKTRUM– Tiga desa, yakni Desa Poka, di Kota Ambon, Desa Ihamahu di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Desa Kandar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) serta Kelurahan Amantelu, Kota Ambon, terpilih mengikuti ajang Lomba Desa tingkat provinsi Maluku. Lomba ini berlangsung di Lantai VII kantor Gubernur Maluku, Selasa (29/6/2021).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPM) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan tersebut menyampaikan, pelaksanaan lomba ini merupakan tahapan dari evaluasi perkembangan desa dan kelurahan dengan melakukan evaluasi penilaian terhadap perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan yang memiliki kategori berkembang dan cepat berkembang.

“ Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberi motivasi kepada pemerintah desa dan kelurahan beserta masyarakatnya agar bersaing secara sportif dan positif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Richard Latupeirissa, Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Dinas PMD Provinsi Maluku

Menurut Kadis PMD, tujuannya untuk menemukenali dan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya, mengetahui capaian yang ada di desa dan kelurahan selama kurun waktu satu tahun dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa dan kelurahan pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan serta kemasyarakatan.

Lomba ini juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada pemerintah desa dan kelurahan atas prestasi yang telah dicapai dalam memajukan, memandirikan dan menyejahterakan desa dan kelurahan.

Tema lomba desa kali ini adalah “ Desa dan Keluarahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19”.

Sementara itu, Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Richard Latuperissa menyampaikan, penilaian diawali dengan penilaian diri sendiri oleh desa. Kemudian dinilai oleh kecamatan, naik ke kabupaten yang memilih juara. Pemenang lomba tingkat kabupaten sebagai juara pertama yang diutus untuk mengikuti lomba tingkat provinsi.

“ Juara satu diutus oleh kabupaten untuk mewakili tingkat provinsi. Penilaiannya adalah berkas administrasi, terkait 3 aspek, pemerintahan, pemasyarakatan dan kewilayahan,” terangnya.

Tiga aspek tersebut, menurut Latuperissa, memiliki indikator masing-masing. Aspek pemerintahan, dinilai antara lain, dalam proses perencanaan pembuatan RPJMDes, RKPDes dan APBDes.

“ Itu nanti dibuktikan, jika ada, itu ada indikator nilainya. Kalau ada, itu dibuktikan fisiknya,” ungkapnya.

  Juri dalam lomba ini, terdiri dari OPD-OPD seperti dari dinas koperasi, dinas kesehatan, kesbanglinmas, PKK, pertanian dan juga dari PMD.

Dalam presentasi oleh penjabat Desa Poka, misalnya,  pertanyaan yang diajukan para juri menyangkut kesejahteraan masyarakat, cara pemdes mengatasi pengangguran, masalah-masalah sosial seperti perkelahian, miras, narkoba juga masalah gizi buruk, pemberian makanan tambahan (PMT), penanganan ibu hamil dan melahirkan serta persiapan desa menghadapi pandemi Covid-19.  

Sumber daya yang dimiliki desa Poka cukup lengkap dari sisi infrastruktur. Ada gedung PAUD, ada BUMDes, Polindes, Sanggar Seni “Leimena”. Juga inovasi sarana penyebarluasan informasi.  

BUMDes milik Desa Poka, telah beroperasi sejak 2018. Mendapatkan suntikan dana pertama dari pusat, sebesar Rp.50 juta dan penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp. 100 juta di tahun 2019, ditambah Rp.100 juta lagi di tahun 2020. Usaha Bumdes selain membuka café, juga menerima hasil pertanian, perkebunan, tenun dan kerajinan lainnya.

Sedangkan Desa Kandar, produk unggulannya berupa Padi/Beras yang dihasilkan dari Pertanian Presisi dari struktur tanah bebatuan. Ada 24 kelompok tani yang mengelola 12 lahan garapan. Selain itu, wisata Tenun Ikat juga menjadi daya tarik yang potensial mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan desa.

Sementara dari Desa Ihamahu, banyak kerajinan dan juga produk cemilan unggulan yang menggunakan bahan dasar lokal seperti Sagu, Ubi dan Singkong dengan berbagai varian. (HS-17).    

Pin It on Pinterest