Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Hari Ini, Hasil Penyidikan Kasus DLHP Kota Ambon Dirilis

Hari Ini, Hasil Penyidikan Kasus DLHP Kota Ambon Dirilis

Ilustrasi Mobil Sampah

AMBON, SPEKTRUM – Kejaksaan Negeri Ambon bakal merilis hasil penyidikan atas kasus dugaan penyimpangan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon.

Dirilisnya hasil penyidikan atas kasus tersebut maka kasus ini mulai memasuki babak baru, dan nasib Kepala DLHP Kota Ambon, Lucia Izaac juga ditentukan hari ini, Senin (07/067/2021).
Selain Lucia Izaac ada beberapa nama lainnya yang juga diduga akan terseret di kasus ini.

Kepastian dirilisnya kasus tersebut diungkapkan Kasie Intel Kejaeri Ambon, Djino Talakua melalui pesan singkatnya yang diterima Spektrum, semalam.
“Besok kita gelar press realese,” demikian bunyi WA yang diteruskan Talakua.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon

Ketika disinggung soal hasil penyidikan kasus yang bakal dirilis, Talakua menjawab Lingkungan Hidup.
“LH,” katanya singkat.

Diduga kuat, rilis yang bakal dikeluarkan Kejari Ambon terkait dengan penetapan tersangka pada kasus tersebut.
“Informasi yang kami dengar, tiga orang bakal ditetapkan sebagai tersangka namun belum tahu pasti siapa saja,” kata sumber Spektrum di DLHP Kota Ambon.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, tim Pidsus Kejari Ambon, menaikan status kasus dugaan korupsi dana pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan pengangkut sampah tahun 2019-2020 di Kantor DLHP Kota Ambon ke tahap penyidikan. Dan tim korps Adhyaksa telah lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Dalam penyelidilan awal, Kejari Ambon mengantongi bukti kuat, sehingga kasusnya dinaikan ke penyidikan.
“Dalam tahap penyelidikan, ada sekitar 30 orang lebih dimintai keterangan. Karena buktinya kuat, kita naikan dari tahap penyelidikan ke penyidikan,” ungkap Kajari Ambon, Dian Fris Nalle, pada 13 April 2021 lalu.

Menurut Kajari, terjadi indikasi korupsi dalam pengelolaan dana pembelian BBM ini sejak tahun 2019-2020. “Dana dua tahun ini diduga bermasalah, sehingga Kejari Ambon sedang mengusut kasus ini,” tandas Nalle.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Ambon, Ruslan Marasabessy yang dikonfirmasi menambahkan, dari pemeriksaan saksi-saksi awal, tim pidsus sudah memeriksa Kadis DLHP Kota Ambon Lucia Izaak, pihak PPTK, Kepala Bidang dan saksi-saksi lain.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya fiktif sebagian anggaran pembelian BBM di tahun 2019 mencapai Rp.9 miliar lebih.
Sedangkan untuk tahun 2020, sampai kini tim masih dilakukan perhitungan.
“Modusnya sebagian dana pembelian BBM fiktif. Ditemukan tahun 2019 kerugian mencapai Rp.9 miliar sedangkan tahun 2020 masih dalam perhitungan tim,” beber Ruslan.

Sumber penyidik di Kejari Ambon mengaku, kasus ini, Kejari Ambon, diam-diam melakukan penyelidikan skandal pengunaan anggaran BBM, di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Kota Ambon.

Dugaan sementara terdapat skandal besar pengunaan anggaran BBM yang diperuntukan mobil-mobil pengangkut sampah pada DLHP Kota. “Jadi ini anggaran 2019-2020 yang diusut Kejari Ambon,” ungkap sumber itu menolak namanya di korankan.

Dia mengaku, modus korupsi BBM di DLHP Kota Ambon sudah berlangsung lama.

Bahkan, dalam sebuah dokumen laporan yang pernah tercatat ada dugaan penyalagunaan anggaran BBM, tahun 2018, 2019 dan 2020. Di tiga tahun tersebut ada satu tahun yang tidak dibayarkan alias fiktif. “Ada dugaan dari tiga tahun itu, yang dibayarkan hanya untuk dua tahun saja. Satu tahun lainnya diduga fiktif,” katanya.

Bukan hanya itu, selain satu tahun tidak dibayar, juga di dua tahun yang dibayarkan terdapat pemotongan sana sini. Namun, yang jadi masalah itu, ada satu tahun faktanya dananya tidak direalisasi. (HS-16)

Pin It on Pinterest