Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Pemerintah Negeri Passo Lampaui Proses Pengadilan

Pemerintah Negeri Passo Lampaui Proses Pengadilan

Ketua Saniri Negeri, Negeri Passo, Felix Tuhilatu.

AMBON, SPEKTRUM – Pemerintah Negeri Passo, telah melampaui putusan pengadilan soal Mata Rumah Parentah.
Diketahui, proses persidangan atas gugatan Wielfried lilano Maitimu selaku anak Negeri Passo, terhadap Saniri dan Pemerintah Negeri Passo, kini masih dalam proses persidangan. Namun sebelum adanya putusan akhir, Saniri Negeri, Negeri Passo dan Pemerintah Negeri, justru telah merancang sesuatu yang diduga bertujuan untuk merubah putusan akhir dalam perkara dimaksud.
Untuk diketahui, objek perkara, salah satunya adalah terkait Mata Rumah Parentah yang dalam hal ini Penggugat meminta
ditetapkannya Mata Rumah Simauw (keturunan Regent/Raja Rudolf Willem Simauw)
selaku satu-satunya Mata Rumah Parentah di Negeri Passo, yang berhak menjadi Kepala
Pemerintahan Negeri Passo. “Namun terhadap perkara dimaksud, yang sampai hari ini
sudah memasuki agenda pembuktian, setelah para Tergugat tidak berhasil
membantah legal standing dari Penggugat, dan setelah eksepsi para Tergugat ditolak,”ujar Wielfried lilano Maitimu, dalam rilisnya, yang diterima Spektrum, Minggu (23/5/2021).
Sehubungan dengan klaim kewenangan mengadili atau kompetensi absolut oleh Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara dimaksud, para Tergugat justru melakukan tindakan dan upaya-upaya yang tidak terpuji diluar pengadilan untuk
mereduksi proses persidangan yang sementara berjalan dengan tindakan pragmatis sepihak.
“Salah satunya berupaya untuk membahas dan memutuskan Rancangan Peraturan Negeri Passo tentang Mata Rumah Parentah secara internal.
tanpa menunggu proses persidangan yang sementara berlangsung,”ungkapnya.
Hal ini kemudian menggambarkan dengan jelas, bahwa para Tergugat memiliki niatan buruk terhadap proses ini, serta tidak mengindahkan proses yang sedang berjalan. Bahwa
Saniri Negeri yang dipimpin oleh Felix Tuhilatu dan Jerry Serhalawan melalui surat undangan yang beredar dimasyarakat, soal pembahasan
Ranperneg dimaksud akan dilaksanakan pada Senin (24/5/2021). Yang mana hal itu telah dirancang sejak Tanggal 8 Mei lalu.
“Padahal, Mata Rumah Parentah adalah objek gugatan, Saniri dan Pemerintah Negeri selaku Tergugat, dan Kepala Soa, yakni
Soa Messeng adalah objek gugatan, karena sampai hari ini Soa Messeng belum memiliki Kepala Soa yang sah menurut ketentuan aturan yang berlaku,”jelasnya.
Sehingga, posisi Kepala Soa Messeng (ika dilibatkan dalam rapat dimaksud), serta sebagai Mata Rumah Parentah yang adalah objek gugatan, dianghap tidak sah atau illegal.
Mestinya, semua pihak dapat bersabar sampai proses hukum ini selesai di Pengadilan Negeri Ambon.
“Hal ini juga telah disampaikan ke PN untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,”tandasnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest