Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Belum Divaksin? Ayo Suntik Vaksin di Lapangan Merdeka

Belum Divaksin? Ayo Suntik Vaksin di Lapangan Merdeka

Wendy Pelupessy, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon (ist.)

AMBON, SPEKTRUM– Pemerintah Kota Ambon masih terus memberi kesempatan kepada masyarakat Kota Ambon atau siapapun yang mau membentengi diri dan keluarganya dari virus Covid-19 dengan melakukan vaksinasi.

Pemkot mulai tanggal 19 Mei sampai 31 Mei 2021 mendatang, melayani vaksinasi di lapangan Merdeka, Ambon.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada wartawan di Lapangan Merdeka, Kamis (20/5/2021).  

Sejak kemarin dan hari ini, Kamis (20/5/2021), telah ada 565 orang yang divaksin di sana. Warga yang divaksin terdiri dari pelayan publik, mulai dari pendidik, guru, dosen, ASN, pedagang, sopir, pelaku pariwisata, restoran, hotel, pegawai dan pemilik kafe-kafe, karaoke, RT-RW, perangkat desa, negeri, lurah, tokoh agama, kader kesehatan dan anggota keluarga yang ikut Program Keluarga Harapan (PKH).

“Itu sasaran kita sampai tanggal 31 Mei nanti. Mulai dari jam 09.00 WIT sampai jam 16.00 WIT. Kita selesaikan sampai selesai. Kita berharap dengan kondisi ini masyarakat khususnya yang masuk di dalam kelompok prioritas di tahap 2, bisa memaksimalkan kesempatan yang diberikan ini,” pintanya.

Menurut Kadinkes Kota Ambon, Rabu, (19/5/2021), di hari pertama tahap kedua ini, telah terdaftar sebanyak 644 orang, namun yang dapat divaksin hanya 403 orang, 162 ditunda karena sedang dalam kondisi tidak memungkinkan. penundaan itu bisa karena hipertensi, diabetes, penyakit-penyakit bawaan yang memang harus dirujuk dulu, dipantau, kalau sudah bisa dilakukan vaksinasi baru divaksin.

Dari 644 orang tersebut, 39 di antaranya melakukan suntikan kedua. Sedangkan yang batal, tidak boleh divaksin sebanyak 40 orang.

 “ Yang batal 40 orang. Batal ini memang sama sekali tidak bisa dilakukan vaksinasi karena dalam kondisi-kondisi yang parah. Memang tidak bisa vaksinasi,” terangnya.

Vaksin yang digunakan, lanjut Kadinkes Kota, tetap Astrazeneca tetapi nomor batch-nya berbeda. Yakni nomor bach 514 yang sudah diterima Pemerintah Kota sejak tanggal 26 Maret 2021 lalu.

“ Tidak ada nomor batch yang lain. Kita hanya nomor 514. Kita sudah menggunakan hampir 13 ribu dosis, 1300 vial untuk masyarakat yang ada di kota Ambon,” ungkapnya.

Ia bersyukur sampai sekarang tidak ada kejadian luar biasa terkait penggunaan vaksin tersebut. Walau ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), kata Kadinkes Kota, masih dalam batas normal dan wajar.

“Memang ada KIPI-KIPI ringan, tetapi semua teratasi, namanya benda asing masuk dalam tubuh pasti ada reaksi tubuh. Anak-anak kecil yang diimunisasi saja tetap ada panas, demam, sama,” terangnya.

Mengantisipasi KIPI, setiap peserta yang melakukan vaksinasi, semua dibekali dengan obat. Apabila malamnya demam, mereka dapat meminum obat yang diberikan. Obat tersebut adalah obat penghilang sakit dan penurun panas, tetapi kalau dalam dua hari tidak ada perubahan, ada nomor kontak yang juga  diberikan.

“ Nomor telpon dokter yang dapat dihubungi 1×24 jam. Siap untuk menjawab atau merespon keluhan-keluhan dari peserta yang divaksin,” jelasnya.

Pada tahap kedua kali ini ditargetkan 72.000 orang tuntas divaksin, terutama lansia dan pelayanan publik. Dari target tersebut,  sampai saat ini telah tercapai sebanyak 38.000 orang.

Pihaknya selalu optimis dan tetap berusaha memaksimalkan apa yang ada. Ia juga meminta media juga terus memberi motivasi kepada masyarakat. Menyuarakan hal-hal yang benar dan tidak menyebarkan berita hoaks, mengingat pentingnya vaksinasi ini kepada masyarakat.

“ Kalau tidak penting mengapa pemerintah susah payah untuk melakukan vaksinasi. Karena dengan vaksinasi ini pertama kita melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan mempercepat terbentuknya herd community atau kekebalan kelompok,” terangnya

Ketika kekebalan kelompok itu tercipta, dengan sendirinya pemutusan mata rantai penularan itu bisa ditekan dan dikendalikan.

Dinas kesehatan sudah berupaya semaksimal mungkin. Ia berharap usaha ini juga diimbangi dengan kepedulian masyarakat dengan turut serta melakukan vaksinasi Covid-19 ini.

“ Apalagi yang kurang? Semua sudah (diupayakan). Mau buat anak-anak turun lapangan dan sebagainya. Intinya, kepedulian dari masyarakat yang memang mau untuk melakukan vaksinasi,” tandasnya. (HS-17).  

Pin It on Pinterest