Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

RSKD Temukan Pemasungan ODGJ di Banda

RSKD Temukan Pemasungan ODGJ di Banda

Pemasungan ODGJ. Sumber Foto: Solider.id

AMBON, SPEKTRUM– Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) sampai pertengahan tahun ini menemukan satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dipasung oleh keluarganya di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Hal ini terungkap pada kegiatan Coffee Morning bersama jurnalis di ruang pertemuan RSKD di Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Selasa (18/5/2021)

Menurut Plt Direktur RSKD, Zulkarnaini, temuan ini hasil dari program pelayanan pengobatan integrasi untuk kepulauan yang dilakukan rutin oleh RSKD ke daerah-daerah sepanjang tahun.  

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan tambahan gelar Fellows Indonesian Heart Association (FIHA) ini mengatakan, kunjungan RSKD ke daerah-daerah kepulauan dilakukan 3-4 kali tiap tahun untuk menjangkau masyarakat yang mengalami ketergantungan obat, putus obat atau mengalami pemasungan dengan cara kunjungan ke rumah-rumah.  

“ RSKD melayani ada home visit. Pasien-pasien yang perlu dikunjungi ke rumah. Kita akan lakukan kepada pasien yang mengalami ketergantungan obat atau putus obat atau pemasungan. Pengobatan yang integrasi,” terangnya.

Ia melalui salah satu dokter spesialis kesehatan jiwa, Sherly Jacobus juga menyampaikan bahwa tahun lalu mereka menemukan ada 3 pasien yang mengalami pemasungan oleh keluarganya.

Menurut Sherly, RSKD tidak sendirian dalam menangani kasus pemasungan ODGJ ini. Mereka bekerjasama lintas sektor.

Untuk membebaskan dari pemasungan, sebelumnya wajib dilakukan terapi terlebih dahulu sampai kondisi pasien aman, tidak membahayakan orang sekitarnya. Biasanya RSKD bersama dinas sosial untuk mengurus administrasi agar pasien setelah tidak lagi dipasung mendapatkan pelayanan kesehatan rutin lanjutan.    

Direktur RSKD mengatakan, setiap kali melakukan kunjungan integrasi, selalu membawa tim medis lengkap. Mulai dari dokter spesialis kesehatan jiwa, perawat juga psikolog.

Tindakan pemasungan sangat bertentangan dengan Pasal 86 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa (UU Keswa). Pelaku pemasungan dapat dikenai pidana.

Di pasal tersebut menyebutkan “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan pemasungan, penelantaran, kekerasan atau menyuruh orang lain untuk melakukan pemasungan, penelantaran atau kekerasan terhadap Orang Dengan Masalah Kejiwaan dan Orang Dengan Gangguan Jiwa dipidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

Namun hal ini menjadi dilema karena jika membiarkan ODGJ juga akan terancam dengan Pasal 491 butir 1 KUHP.

Di Maluku, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang dirilis Pusdatin Kemenkes, Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan ODGJ ada sekitar 3,9% dari jumlah pendduduk.

Penduduk Maluku berdasarkan data BPS hasil Sensus Penduduk 2020 lalu ada 1.848.923 jiwa. Ini berarti ada sekitar 72 ribu orang menderita gangguan jiwa.

Kementerian Kesehatan Indonesia sendiri sejak tanggal 10 Oktober 2010 telah mencanangkan gerakan nasional “Indonesia Bebas Pasung” yang meminta komitmen kuat seluruh sektor pemerintahan bekerjasama dengan masyarakat di daerah untuk menghilangkan praktek pemasungan ini karena praktek ini sangat tidak manusiawi dalam menghadapi banyaknya masalah kesehatan jiwa di Indonesia.

Namun sudah lewat satu dasawarsa, praktek pemasungan ini masih tetap ditemukan di masyarakat. (HS-17).

Pin It on Pinterest