Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Pemkot Ambon Terapkan Sistem Parkir Per-jam

Pemkot Ambon Terapkan Sistem Parkir Per-jam

Wali kota Ambon didampingi Kadis Perhubungan dan Sekkot saat memberikan keterangan pers.

AMBON, SPEKTRUM – Pemerintah Kota Ambon mulai menerapkan sistem parkir per jam bagi kendaraan roda 4 dan 6.
Sistem parkir per jam serta kenaikan tarif parkir bagi kendaraan roda dua (sepeda motor) ini telah dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) nomor 16 Tahun 2021 tentang pengaturan biaya parkir pada zona-zona strategis, dan mulai diberlakukan Senin (17/5/2021).
Menurut Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam keterangan persnya, di Balai Kota Ambon, Senin kemarin, bahwa penerapan tarif parkir baru tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon.
“Maksud tarif progresif itu adalah kendaraan yang dikenakan tarif sistim per jam. Artinya, dua jam pertama yang dikenakan tarif normal, selebihnya dikenakan tarif per jam, dan siap untuk kendaraan roda empat dan kendaraan roda enam,” jelasnya.
Sementara untuk kendaraan roda dua (sepeda motor), tidak dikenakan tarif per jam. Namun terjadi kenaikan tarif. Dimana sebelumnya diharga parkir Rp.2.000, naik menjadi Rp. 3000. “Selama ini, kendaraan roda empat dan enam itu parkir dari pagi hingga sakit cuma dikenakan tarif sekali. Mulai besok sudah tidak bisa. Karena, lebih dari 2 jam pertama itu sudah ada tarif tambahan. Ini untuk menunjang PAD kita,” katanya.
Wali kota menyebutkan, penerapan ini diberlakukan pada lima kawasan sebagai zona parkir progresif, yaitu di Jalan AY Patty, Said Perintah, AM Sangadji, Samratulangi, dan kawasan Urimessing.
“Lima kawasan tarif parkir kendaraan roda empat sebesar Rp. 4.000 pada jam pertama, kemudian akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 2.000 untuk jam kedua, ketiga dan seterusnya. Itu juga berlaku untuk kendaraan roda enam dengan biaya parkir sebesar Rp. 6.000 pada jam pertama, kemudian dikenakan tambahan tarif Rp. 2.000 pada jam berikutnya, “jelasnya.


Sehingga, biaya parkir awal dan tambahan waktu, akan sesuai dengan akumulasinya jika kendaraan tersebut tetap terparkir ditempat yang sama. Kebijakan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi melakukan parkir sesuka hati.
“Kawasan itu sangat ekonomis bagi Pemerintah Kota Ambon, sehingga harus dibenahi,” ujarnya.
Terkait penerapan sistem baru, maka Juru Parkir dilima kawasan akan dibekali dengan alat progresif. Dimaan dengan alat itu, akan diketahui berapa lama kendaraan terparkir dan berapa besar biaya yang harus dilihat oleh pengendara.
“Ini harus mendapat perhatian serius, salah satunya masalah interaksi sosial dan pembenahan sistem transportasi dan perparkiran sebagai salah satu sektor yang memberikan pendapatan signifikan untuk kota dengan nilai kurang lebih Rp. 5 miliar,” katanya.
Selain itu, bagi pemilik toko yang ada di kawasan zona-zona itu, harus membayar parkir per bulan. Dimana sistemnya akan diatur bersama dengan Dinas Perhubungan.
“Dengan itu, kami harap masyarakat bisa parkir tersier dan tidak lagi parkir sesuka hati,” cetus Walikota. (HS-19)

Pin It on Pinterest