Juni 14, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Deklarasi Dukungan KADIN Maluku, Siap Menangkan Arsyad Rasyid

Deklarasi Dukungan KADIN Maluku, Siap Menangkan Arsyad Rasyid

Penyerahan Dukungan KADIN Maluku ke Arsyad Rasyid yang diterima salah satu tim pemenangnya, Umar Lessy

AMBON, SPEKTRUM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Maluku Deklarasi Dukungan siap menangkan Arsyad Rasyid sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2021-2026.

Deklarasi Dukungan disampaikan saat halal bi halal KADIN Maluku bertempat di Sari Gurih Restaurant-Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Sabtu (15/05/2021).
Surat dukungan tersebut diserahkan kepada Arsyad Rasyid melalui salah satu tim pemenangnya asal Maluku yakni Umar Lessy.
Dukungan tersebut mengacuh pada Surat KADIN Indonesia Nomor: 340/MUNAS/V/2021 tentang Undangan untuk menghadiri Munas KADIN Indonesia ke VIII pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2021 di Denpasar Bali.

Keputusan memberikan dukungan penuh kepada Arsyad Rasyid diambil, setelah dilakukan Rapat Dewan Pengurus KADIN Maluku pada Sabtu 15 Mei 2021 di Sekretariat KADIN Maluku.
“Akhirnya disepakati bersama bahwa KADIN Maluku mendukung penuh Arsyad Rasyid sebagai ketua Umum KADIN Indonesia periode 2021-2026. Kita akan berangkat ke Bali pada 2 hingga 4 Juni untuk mengikuti MUNAS. Kami tetap akan memenangkan Arsyad Rasyid sebagai Ketua KADIN Indonesia,” kata Ketua DPD KADIN Provinsi Maluku, Ir. MAS Latuconsina saat memberikan sambutannya.

Latuconsina memastikan, kesepakatan KADIN Maluku memberikan tiga suara untuk Arsyad Rasyid, tidak ada satupun untuk yang lain.
“Kami berharap kepengurusan KADIN Indonesia yang baru nantinya memberi manfaat kepada Kadin Provinsi Maluku dalam mengemban tugas dan amanah dengan baik,” katanya.

Selain itu juga, kata Latuconsina, setelah Munas di Bali, kepengurusan KADIN Maluku bakal reshuffle untuk memastikan orang yang duduk sebagai pengurus KADIN harus mau bekerja keras.
“Tiap pengurus harus memainkan perannya sesuai tugas dan fungsi yang tercantum dalam SK,” tegasnya.

Latuconsina mengakui jika kepengurusan KADIN yang dinakhodainya saat ini dimulai dari nol walaupun KADIN Maluku telah ada puluhan tahun lalu.
“Namun kepengurusan KADIN Maluku yang diwarisi semua mulai dari nol, makanya banyak pengusaha yang tidak tahu KADIN itu apa,” katanya.

Dan ini tambah Latuconsina merupakan tantangan tersendiri bagi KADIN Maluku dan kabupaten kota yang telah dibentuk.
“Baru dibentuk di tujuh kabupaten/kota dan masih tersisa empat kabupaten yang harus segera dibentuk. Kita berharap dengan kepengurusan saat ini memberi warna lain dalam proses pembangunan di daerah ini,” katanya.

Dikatakan, KADIN memiliki manfaat yang jelas bagi dunia usaha dan selalu diwajibkan untuk bermitra dengan Pemerintah Daerah dan Pusat.

Latuconsina juga bersyukur di Maluku tidak terjadi dualisme kepemimpinan KADIN.
“Kami bersyukur tidak ada dualism KADIN di Maluku padahal di Pusat terjadi dualism kepengurusan,” tandasnya.

Ke depan lanjutnya, KADIN harus berperan aktif, tidak bisa berperan pasif.
“Sering saya sampaikan kepada pengurus jika harus konsolidasi internal, bagaimana membentuk karakter pengurus bahwa KADIN harus memberi manfaat bukan hanya untuk pribadi tapi juga bagi dunia usaha karena akan berdampak kepada masyarakat melalui konsolidasi dan kolaborasi dengan Pemerintah yang akhirnya diharapkan bisa membawa Maluku keluar dari garis kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi merupakan starting point KADIN Maluku, selain telah memiliki kantor, juga telah dihibahkan satu unit mobil operasional dari Arsyad Rasyid.

Diharapkan dengan adanya mobil tersebut maka akan mempermudah operasional Sekretariat KADIN.
Selain mobil operasional, juga telah diberikan alat komunikasi kepada pengurus KADIN kabupaten dan kota yang telah dilantik.
“Alat-alat ini hanya sebagai pelengkap kinerja KADIN, kita harus siapkan sejak dini baik dari sisi fungsi maupun kemungkinan lainnya,” katanya mengingatkan. (HS-16)

Pin It on Pinterest