May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Gubernur Maluku Hadir, Pemulihan Ekonomi, Fokus Musrenbangnas

Gubernur Maluku Hadir, Pemulihan Ekonomi, Fokus Musrenbangnas

AMBON, SPEKTRUM – Pemulihan ekonomi menjadi fokus perencanaan pembangunan nasional di tahun 2021 dan 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas)  yang digelar secara virtual dan dihadiri para pimpinan lembaga tinggi, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan gubernur se-Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Gubernur Maluku, Murad Ismail didampingi Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anthon Lailossa, juga turut menghadiri Musrenbang  tahun 2021 secara virtual dari kediamannya di Poka. 

Pembukaan acara dilakukan Presiden Jokowi dari Istana Negara, dihadiri Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri PPN/Bappenas, Suharso Manoarfa.

Dalam arahannya Presiden menekankan masalah pemulihan ekonomi dan pengendalian Covid-19.

Ia juga menyampaikan, perencanaan pembangunan tahun 2021 harus adaptif dengan perkembangan situasi yang dihadapi saat ini. Atas dasar itu, Presiden optimistis bahwa di tahun ini adalah tahun pemulihan ekonomi setelah dihajar pandemi virus Corona.

” Saya menekankan fokus pemulihan ekonomi pada tahun 2022. Pengendalian Covid-19 juga menjadi fokus sebagai upaya utama dalam memulihkan ekonomi,” katanya.

Menurut Presiden, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran luar biasa didalam perencanaan pembangunan. Harus ada kesiapan saat melakukan perubahan secara cepat. Tujuannya untuk menyesuaikan tantangan dan peluang yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Sebab, yang tidak berubah adalah tujuan utamanya yakni untuk mensejahterakan rakyat dan untuk memajukan bangsa.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah butuh sinergi kekuatan bangsa untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Masalah kesehatan, perekonomian, disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa. Butuh keaktifan dari seluruh jajaran pemerintahan dari pusat hingga daerah.

Demikian pula produktifitas dari kalangan industri kecil hingga yang besar untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan obat. Juga dukungan dari negara lain.

“ Ini juga sangat diperlukan. Ketika kita butuh obat, vaksin dan alat kesehatan yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” kata Presiden.

Selain itu, kepala negara juga mendorong agar pertumbuhan ekonomi dapat inklusif, dengan harapan, pemerataan ekonomi di Indonesia dapat tercapai.

” Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi baik antar daerah maupun antara desa dengan kota,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi didorong untuk menyelesaikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Selain itu diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat menggenjot pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat bersaing dalam pasar global. (HS-17).

Pin It on Pinterest