May 7, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Kasus ADD-DD Haria tak Jelas

Kasus ADD-DD Haria tak Jelas

Salah satu proyek lintasan olahraga menggunakan ADD-DD Haria, Kec.Saparua, Kab.Malteng.

AMBON, SPEKTRUM – Sampai saat ini jaksa belum menetapkan tersangka di kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ADD-DD Negeri Haria.

Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua masih menunggu hasil dari tim audit yang mendapat kepercayaan dan memiliki persyaratan dari lembaga sah negara.

Para petinggi di Negeri Haria tersebut tak akan lolos dari jeratan hukum. Penyidik mempunyai sejumlah bukti akurat, mengenai dugaan adanya unsur mark up sejumlah item proyek, dengan menggunakan ADD-DD Haria tersebut.

Penyidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Saparua mengusut kasus dugaan penyalahgunaan ADD-DD Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, lantaran ada kejanggalan terhadap pengolahan dana dimaksud. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan sejumlah oproyek fisik tidak maksimal dan terkesan di-mark up.

Dalam pengusutan kasusnya, berkas perkara dugaan korupsi senilai Rp.2 miliar lebih tahun 2018 ini baru saja dilakukan audit investigasi dari ahli Poltek Negeri Ambon.

“Untuk memastikan berapa kerugian negara, kita harus tunggu hasil perhitungan ahli dari Poltek. Jadi tersangka belum ditetapkan,” jelas Kacabjari Ambon di Saparua, Ardy pecan kemarin.

Menurutnya, sejak pekan kemarin, tim ahli dari Poltek baru saja turun ke lokasi proyek untuk melakukan perhitungan terhadap beberapa proyek fisik.

“Selain periksa beberapa proyek fisik, ahli juga melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi yang pernah diperiksa di kejaksaan,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Kecabjari Ambon di Saparua, setelah melakukan penyelidikan awal, mereka akhirnya menaikan status kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp.2 miliar lebih, di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Jadi setelah kita puldata dan pulbaket, datanya kuat kalau ada indikasi korupsi, makanya kita naikan statusnya ke penyidikan,” ungkap Kacabjari Saparua, Ardy, ketika dihubungi melalui selulernya sebelumnya.

Pin It on Pinterest