May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Belum Ada Tersangka di Kasus KMP Marsela

Belum Ada Tersangka di Kasus KMP Marsela

AMBON, SPEKTRUM – Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku hingga saat ini belum mengantongi calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi KMP. Marsela PT Kalwedo.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, yang dikonfirmasi wartawan, Senin kemarin menyebutkan, saat ini, masih dalam tahap penyidikan, dan anak buahnya masih fokus untuk memeriksa sejumlah saksi.

“Belum (belum ada tersangka-red). Masih pemeriksaan di tahap penyidikan ini,” ujar Kajati.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon ini menjelaskan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk menetapkan tersangka dalam kasus dimaksud. Karena selain masih melakukan pemeriksaan saksi, saat ini juga sedang menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan. Maluku.

Disinggung soal pemeriksaan Barnabas Orno, yang kini Wakil Gubernur Maluku dan Benjamin Thomas Noach, yang kini Bupati MBD yang adalah mantan punggawa di PT Kalwedo, Kajati mengaku nanti dilihat. Karena saat ini belum.

“Kasus ini sudah penyidikan. Lihat kan belum, berarti nanti lihat ya. Sementara masih pemeriksaan belum ada tersangka,” tandas Kajati.

Sebelumnya diberitakan, penanganan dugaan korupsi penggunaan anggaran KMP Marsela masih terus berjalan. Penyidik Kejati Maluku mulai membidik siapa-siapa turut terlibat dalam kasus dimaksud. Beberapa orang sudah dipanggil untuk diperiksa.

Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku,” Samy Sapulette

Kasi.Penkum dan Humas Kejati Maluku mengakui adanya proses pemeriksaan sejumlah pihak oleh jaksa penyidik dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pengelolaan KMP Marsela di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Perkaranya masih jalan dan beberapa pihak telah dipanggil guna dimintai keterangannya seperti Usin James Mahulette yang merupakan staf Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI,” kata Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku,” Samy Sapulette di Ambon, Senin, (20/4/2021) lalu.

Menurut dia, Usein yang diperiksa selama tiga jam oleh jaksa penyidik YE Almahdaly ini adalah Kuasa Pengguna Anggaran tahun 2016 dalam proyek pengadaan KMP Marsela tersebut.

“Ada 24 pertanyaan yang diajukan jaksa penyidik terhadap Usein saat dimintai keterangan akhir pekan kemarin,” tutur Samy.

Penyidik juga telah meminta keterangan dari satu orang lainnya berinsial LT diduga Lucas Tapilouw yang adalah besannya Barnabas Orno. Terperiksa LT adalah Direktur PT. Kalwedo, sebuah perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya yang dipercayakan untuk mengelola KMP Marsela.

Sejak tahun 2020, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Maluku Barat Daya dipimpin Stefanus Thermas unjuk rasa di halaman Kantor Kejati Maluku menuntut perkara ini segera ditangani.

Para pendemo dalam aksinya juga menyerahkan bukti surat perintah pencairan dana yang diserahkan Pemkab MBD kepada PT. Kalwedo pada April 2016 sebesar Rp.10 miliar.

Namun dana yang dicairkan dan masuk ke kas BUMD milik Pemkab MBD itu hanya Rp.1,5 miliar dan sisanya jatuh ke tangan orang lain. (HS-19)

Pin It on Pinterest