May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Ngaku Ahli Waris Lahan eks Hotel Anggrek, Matulessy Surati PLN

Ngaku Ahli Waris Lahan eks Hotel Anggrek, Matulessy Surati PLN

Kuasa Hukum, Samuel Waileruny

AMBON, SPEKTRUM – Mengaku sebagai salah satu Ahli Waris atas lahan eks hotel anggrek, Albatros Matulessy, melalui Kuasa Hukumnya, Samuel Wailaruny, menyurati PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Inti suratnya, Matulessy meminta PLN tidak menanggapi Ahli Waris Muskita/Lokolo yang kini tengah berjuang untuk memindahkan gardu hubung A4 milik PLN yang berada didalam lahan Petuanan Dati Sopiamaluang, yang berlokasi di Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Padahal, berdasarkan Putusan Hukum Tetap PN.No 21/1950, lahan itu adalah milik Ahli Waris Muskita/Lokollo.
Namun kini muncul klaim baru dari pihak yang mengaku sebagai Ahli Waris turunan Petrus Latumalea yang mana menurut Kuasa Hukum, Samuel Waileruny saat dihubungi Spektrum, via telepon seluler, Rabu (21/4/2021), bahwa lahan tersebut adalah milik kliennya, Paulina Gaspersz.
Dalam surat yang dikirimkannya kepada Wartawan Spektrum (surat yang sama yang dikirim ke PLN), via pesan whatsapp, Dia menuding, bahwa Ahli Waris Alma. Janda Anthonetha Muskita/Natari (yang telah menang atas lahan tersebut), bukan satu-satunya Ahli Waris atas lahan dimaksud.
“Maka dari itu, kami, selaku Kuasa Hukum untuk dan atas nama Ahli Waris, Alm. Pertus Latumalea dari keturunan Alma. Paulina Gaspersz/Matulessy menjelaskan posisi hukumnya atas tanah tersebut,”tuturnya.


Dia menuturkan, bahwa,
Pertama: Tanah tersebut merupakan bagian dari Dusun Sopiamaluang milik Petrus Latumalea (almarhum), yang dipertahankan oleh salah satu anaknya atas nama Simon Latumalea (almarhum) di Pengadilan Negeri Ambon sesuai putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 21/1950 Tanggal 21 Maret 1950.
Kedua: Bahwa Petrus Latumalea semasa hidupnya memiliki 3 (tiga) orang anak, masing-masing, Alma. Paulina Gaspersz yang menikah dengan Alm. Gustaf Matulessy, sehingga namanya menjadi Paulina Matulessy/Gaspersz, kemudian memiliki keturunan Alma. Selvina Matulessy, Alm. Johanna Matulessy, Alm. Mezack Matulessy, Alm. Eduward Matuessy, Alm. Albatros E Matulessy, Alma. Mietjie Matulessy dan Alma. Anthonia Matulessy. Kemudian, Alm. Simon Latumalea tidak memiliki keturunan. Kemudian Alma. Maria Latumalea menikah dengan Alm. Daniel Muskita dan memiliki keturunan Alm. Ferdinand Muskita. FM memiliki keturunan Alm Hendrika Muskita dan Alm. Karel Muskita yang menikah dengan Alma. Anthonetha Muskita/Natari.
Cerita ini lanjut Kuasa Hukum, sesuai juga dengan surat keterangan dari Maria Muskita/Latumalea Tanggal 24 Februari 1997 (ibu kandung dari Karel Muskita dan mertua dari Anthonetha Muskita/Natari). Juga surat-surat lain, yakni, surat Alm. Albatros E Matulessy dan Alm. Karel Muskita yang saat itu bertindak untuk dan atas nama semua anak dari Maria
Muskita/Latumalea Tertanggal 3 April 2007, perihal “Permohonan Eksekusi.
“Lanjutan Perkara Perdata Nomor 21/1950, surat ini secara jelas menentukan, bahwa Albatros E Matulessy dan Karel Muskita adalah Ahli Waris dari Simon Latumalea. Yang mana penetapan Ketua Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 01/PDT.EKS/2004/PNAB jo. Namar 21/1950 Tanaaal 3 Maret 2004 untuk melakukan eksekusi Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 21/1950 Tanggal 21 Maret 1950,”jelas Waileruny.
Selanjut kata Dia, surat teguran Ketua Pengadilan Negeri Ambon kepada Tereksekusi sesuai Berita Acara Peneguran pada Senin 8 Maret 2004 Nomor: 01/PDT.EKS/2004/PN.AB jo. Nomor: 21/1950 dan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 21/1950 tanggal9 Oktober 2006, serta perintah Ketua Pengadilan Negeri Ambon untuk melakukan pemeriksaan lokasi/objek eksekusi sesuai Berita Acara Nomor: 21/1950 tanggal 14 Oktober 2006. Yang mana Simon Latumalea tidak memiliki keturunan, maka Alma. Paulina Gaspersz dan Alma. Maria Muskita/Latumalea memiliki kedudukan yang sama sebagai Ahli Waris garis lurus ke bawah dari Petrus Latumalea dan sebagai Ahli Waris menyamping dari Simon Latumalea.
“Dengan itu, sehingga segala harta kekayaan yang tertulis atas nama Petrus Latumalea atau atas nama Simon Latumalea, mesti menjadi milik bersama dari Alma. Paulina Gaspersz dan Alma. Maria Muskita/Latumalea, turun kepada Ahli Waris masing-masing,”urainya.
Mengingat 4 Ahli Waris Alma. Maria Muskita/Latumalea pernah berupaya menyingkirkan Ahli Waris Alma. Paulina Gaspersz/Matulessy, seakan-akan tidak berhak terhadap lahan itu, dengan cara mengajukan gugatan ke Pengadilan. Namun semua niat jahat mereka itu dikalahkan oleh Pengadilan melalui putusan-putusan: Putusan Pengadilan Tinggi Maluku Nomor: 25/Pdt/2004/PTMal tanggal 8 Maret 2005 yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3055 K/Pdt/2014 tanggal 12 Mei 2015 jo. Putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor 12/Pdt/2014/PT.AMB tanggal2 Juli 2014, jo. Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 103/Pdt.G 2012/PN.ABN Tanggal 23 September 2013. Juga Putusan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung Nomor 828 PK/PDT/2017 Tanggal 6 Maret 2018.
“Sehingga pada Tanggal 6 April 2011, Pengadilan Negeri Ambon mengeksekusi sebagian tanah dari Dusun Sopiamaluan sesuai Putusan Nomor: 21/1950 Tanggal 21 Maret 1950 atas nama Simon Latumalea, dengan seluruh biaya eksekusi tersebut ditanggung oleh Alm. Albatros E Matulessy,”katanya.
Selanjutnya, tanpa sepengetahuan Ahli Waris Alma. Paulina Gaspersz/Matulessy, terdapat niat jahat dari Ahli Waris dari Alma. Maria Muskita/Latumalea. Dimana mereka saling menggugat untuk melakukan pembagian lahan tersebut, dan menghasilkan Putusan Pengadilan Tinggi Maluku Nomor 38/Pdt/2012/PT. Mal jo. Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 19/Pdt.G/2012/PN.AB, dan mereka menjual lahan
tersebut kepada Freddy Soenjoyo seharga Rp.15.000.000.000.-(lima belas miliar rupiah) sebagai suatu nilai jual-beli yang sangat rendah/kecil dibandingkan dengan nilai jual seharusnya.
“Dan saat ini, perkaranya dalam pemeriksaan tingkat kasasi, dimana pada Pengadilan Negeri Ambon dan Pengadilan Tinggi Maluku, dimenangkan oleh Fredy Soenjoyo dkk. Namun kami yakin, bahwa kebenaran itu pada waktunya akan muncul sebagai pemenang. Sebaliknya, mereka yang memperoleh sesuatu dengan cara jahat terhadap lahan itu, pasti yang diperolehnya akan menjadi racun bagi diri dan keturunannya,”cetusnya.
Selanjutnya, berdasarkan penjelasan diatas, diharapkan Kepala PLN Wilayah
Maluku-Maluku Utara tidak melayani klaim sepihak dari Ahli Waris Akma. Janda Anthonetha Muskita/Natari tanpa keterlibatan pihaknya.
Albatros melalui Kuasa Hukumnya juga mengaku bersedia memberikan bukti dokumen yang dimilikinya.
“Hal itu agar tidak menimbulkan kerugian Negara berdasarkan informasi yang salah,”ujarnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest